BLOG DARMASISWA

Kunjungan Budaya Wapres RI ke Peninggalan Kekaisaran Romawi

6 December 2009 Features, Gallery

Diplomasi kebudayaan semakin menjadi pilihan banyak negara dalam memperdalam hubungan dengan negara lain, tidak kecuali Indonesia. Di sela kunjungan resminya ke Markas Besar FAO, Dr. Boediono menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan ke situs warisan Kerajaan Romawi guna mempelajari secara langsung kejayaan bangsa tersebut. Roma merupakan kota pemilik situs warisan budaya terbanyak di dunia – sesuai kategori yang digariskan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

xxxx

Sesaat sebelum ketibaan rombongan Wapres RI di bukit Campidoglio (salah satu - dan yang terkecil - dari tujuh bukit di kota Roma). Campidoglio dibangun 2.500 BC sebagai pusat agama dan politik pada Kekaisaran Romawi. Pada tahun 1536 Michael Angelo merancang sebuat perempatan (square) baru, yang dikenal dengan Piazza del Campidoglio, termasuk merancang kembali bangunan-bangunan di sekitarnya.

xxx

Dr. Boediono disambut oleh pejabat keprotokoleran Comune Roma (Pemerintahan Provinsi Roma).

xxx

Membelakangi Palazzo Senatorio dan tapak tilas Caput Mundi: Kuil Jupiter Capitolinus (bersama dengan Campidoglio) merupakan simbol kota Roma pada masa kejayaan Republik Romawi – mengingat kuil tersebut merupakan yang termewah pada saat itu. Atas dasar Campidoglio dan kuil itu pula timbul ungkapan masyarakat dunia yang menyatakan kota Roma sebagai ibukota dunia (Caput Mundi).

“Wapres Kunjungi Piazza del Campidoglio dan Colisseum”

Roma. Wakil Presiden bersama Ny Herawati Boediono, Rabu (18/11) sore, mengunjungi dua lokasi pariwisata sejarah eks imperium Romawi di pusat kota Roma, Italia.

Dua lokasi pariwisata itu adalah Piazza del Campidoglio (Capitoline Hill), yaitu Kantor Pusat Pemerintahan Roma yang berupa Balai Kota, dan Colosseo (Colosseum) atau bangunan teater (amphitheatre) paling besar di zaman Kekaisaran Romawi.

Kunjungan itu dilakukan Boediono bersama rombongannya di sela-sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Ketahanan Pangan Dunia (World Food Summit).

Menurut Boediono, dalam sambutannya di acara pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Italia di Wisma Duta, Kedutaan Besar RI Roma, Italia, Rabu malam, kunjungan itu seperti belajar dalam sejarah Romawi.

“Saya sangat senang, meski hanya beberapa jam memanfaatkan waktu setelah KTT Ketahanan Pangan, saya bisa belajar sedikit mengenai sejarah Romawi,” ujar Boediono.

Boediono kemudian menceritakan sedikit mengenai sejarah terbentuknya Kota Roma, yang berasal dari Romulos.

Sebelumnya, saat meninjau Colloseum, Boediono sempat memberikan komentar kehebatan bangsa Romawi yang telah berhasil membangun tempat yang megah dan bersejarah pada Abad ke-1 atau sekitar tahun 80 Masehi.

Colloseum juga dipakai sebagai tempat adu tarung manusia (gladiator), yang bisa menampung sebanyak 55.000 penonton. Tempat ini dibangun di era Kaisar Vespasian.

Adapun Campidoglio dibangun di atas bukit terkecil dari tujuh bukit di Roma. Gedung sejarah ini dibangun 2.500 BC sebagai pusat agama dan politik pada Kekaisaran Romawi.

Sumber: Kompas.com – 19 November 2009
Foto: KBRI Roma dan Setwapres RI

Kehadiran Wapres RI di tengah aktifitas keseharian masyarkat dan turis di kawasan bukit Campidoglio.

Kehadiran Wapres RI di tengah aktifitas keseharian masyarkat dan turis di kawasan bukit Campidoglio.

xxx

Dr. Boediono menyimak penjelasan pejabat keprotokoleran Comune Roma: Pembangunan Piazza di Campidoglio dimulai tahun 1546 tetapi hanya tangga menuju pintu masuk Palazzo Senatorio, bangunan utama Campidoglio, yang dapat diselesaikan ketika Michael Angelo meninggal tahun 1564. Proyek ini baru selesai abad ke-17, namun sebagian besar rancangan Michael Angelo telah terlaksana.

xxx

Pintu masuk Palazzo Senatorio. Palazzo Senatorio diberi nama sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai gedung senat hingga tahun 1870 ketika gedung tersebut menjadi kantor pemerintah kota Roma. Pada awalnya, Palazzo Senatorio dibangun untuk benteng pertahanan di atas Tabularium (kantor catatan sipil) kuno dan dibangun kembali pada abad ke-13 dan ke-14. Bentuk bangunan saat ini sudah sedikit disesuaikan dengan abad ke-16 oleh Michael Angelo.

xxx

Tabularium (kantor catatan sipil) yang terletak di Campidoglio merupakan pusat arsip Romawi yang dibangung pada tahun 79 BC

xxx

Dr. Boediono dan Ibu Herawati Budiono mempelajari lambang/simbol kota Roma - Lupa (Serigala) Capitolina - di Musei (Museum) Capitolini. Patung dari perunggu tersebut sudah berdiri di lokasi yang sama sejak 1473. Walaupun mitos Romawi menceritakan adanya bayi kembar Romulus dan Remus yang diselamatkan oleh sang Sergila dari sungai Tiber (sungai yang memotong kota Roma), keterkaitan bayi kembar yang sedang disusui sang serigala dengan sang serigala itu sendiri masih diperdebatkan karena radiocarbon dating mengindikasikan perbedaan abad pembuatan antara patung serigala dan kedua bayi kembar. Pengemasan mitos kedalam suatu hasil karya seni yang abadi seperti pada patung lambang kota Roma ini telah berhasil memberikan nilai tambah terhadap keindahan sejarah kota Roma.

xxx

Penjelasan lantai Aula Giulio Cesare.

xxx

Dr. Boediono beserta Ibu Herawati Boediono mendapatkan penjelasan mengenai format lantai perdebatan Majlis Rendah Italia.

xxx

Diplomatic Counselor Comune Roma Dott. Rocca, atas nama Wali Kota Roma, memberikan kepada Wapres RI "Celebrity Medal of the City of Rome".

xxx

Dr. Boediono menjadi Warga Kehormatan kota Roma.

xxx

Menunjuk ke arah Colosseum: Dr. Boediono mendengarkan penjelasan mengenai peninggalan kota kuno Roma. Dari atas bukit Campidoglio, dapat terlihat secara keseluruhan puing-puing komplek kota Roma pada zaman dahulu atau (Roman Forum / Forum Romano) dan puing-puing komplek Fori Imperiali.

xxx

Pemandangan Roman Forum yang dinikmati oleh Wapres RI dari atas bukit Campidoglio.

xxx

Tabularium yang terletak di Campidoglio merupakan pusat arsip Romawi yang dibangung pada tahun 79 BC.

xxx

Selama abad pertengahan, Republik Romawi membangun beberapa istana di Campidoglio dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan sipil. Pada tahun 1536 Michael Angelo merancang sebuat perempatan (square) baru, yang dikenal dengan Piazza del Campidoglio, termasuk merancang kembali bangunan-bangunan di sekitarnya.

xxx

Wapres RI beesrta Ibu Herawatie Boediono mengakhiri kunjungan.

xxx

Ucapan terima kasih Wakil Presiden RI kepada Diplomatic Counselor Comune Roma.


—————————————————————————————————————————-

“Wapres Boediono Terpesona Melihat Jejak Gladiator”

Sambil berjalan menanyakan dan mendengarkan penjelasan mengenai konstruksi tembok Colosseum.

Sambil berjalan menanyakan dan mendengarkan penjelasan mengenai konstruksi tembok Colosseum.

Dr. Boediono beserta Ibu Herawati Boediono menyimak penjelas mengenai konstruksi arsitektur Colosseum.

Dr. Boediono beserta Ibu Herawati Boediono menyimak penjelas mengenai konstruksi arsitektur Colosseum.

Roma. Tidak lengkap mengunjungi Roma, Italia tanpa bertandang ke Colosseum. Tempat
gladiator diadu dengan binatang ini memang menjadi ikon wisata Kota Roma. Tidak heran Wapres Boediono pun menyempatkn diri mengunjungi warisan budaya dunia ini.

“Luar biasa,” kata Boediono saat mengunjungi Colosseum, Rabu (18/11/2009) sore waktu setempat.

Didampingi Ibu Herawati Boediono, serta staf wapres, Boediono terkagum-kagum
melihat bangunan bersejarah yang dibangun Kaisar Vespasian pada tahun 80 Masehi itu.

Dia pun sempat berfoto dan mengelilingi lokasi ini. “Anda mau jadi gladiator,” canda Boediono kepada para wartawan.

Boediono sempat berkeliling-keliling, melihat artefak zaman itu, serta tulang belulang binatang.

Pada zamannya, lokasi Colosseum ini, oleh Kaisar Nero dijadikan tempat hiburan bagi rakyat. Tercatat 500 ribu gladiator dan 1 juta binatang buas terbunuh di arena ini.

Bangunan Colosseum ini dahulu mampu menampung 55 ribu penonton, yang dibagi ke dalam 4 lantai, di mana lantai atas untuk wanita dan anak-anak, sedang lantai bawah untuk para tokoh masyarakat.

Untuk mengunjungi Colosseum, wisatawan biasanya dikenakan tarif 12 Euro (1 Euro sekitar Rp 14 ribu). Colosseum ini dibuka bagi pengunjung sekitar pukul 10.00 waktu setempat hingga pukul 16.30.

Sebelum ke Colosseum, wapres dan rombongan sempat mengunjungi Piazza del
Campidoglio, di lokasi ini, pada 2.500 sebelum masehi, adalah pusat agama dan kekaisaran Romawi.

Sementara itu, Ibu Herawati Boediono, dalam kunjungan budaya juga sempat mengunjungi Vatikan, negara tersendiri, dengan wilayah seluas 40 hektar, yang juga menjadi ikon wisata wajib bagi turis di Roma.

Di Vatikan, Herawati mengunjungi museum yang memamerkan koleksi Gereja Katolik Romawi sejak berabad-abad.

Sumber: detikNews – 11 October 2009
Foto: KBRI Roma dan Setwapres RI

Wapres RI disambut oleh Maria Laura Cafini, Assistenti tecnici Museali.

Wapres RI disambut oleh Maria Laura Cafini, Assistenti tecnici Museali.

xxx

Colosseum merupakan bangunan teater (Amphitheatre) yang paling besar di zaman Kekaisaran Romawi.

xxxx

Wapres RI bersama Ibu Herawati Budiono menaklukkan anak tangga Colosseum.

xxx

Dr. Boediono beserta para rombongan melihat dari jarak terdekat bilik-bilik tahanan dan kandang-kandang binatang dimana para gladiator dan binatang lawannya menunggu giliran untuk tampil di permukaan (lantai perkelahian) Colosseum.

xxx

Di bawah Kekaisaran Nero, Colosseum digunakan untuk menghibur rakyat dengan pertandingan antara binatang buas dengan manusia, yang bisanya terdiri dari tawanan perang, budak-budak, atau penjahat kelas berat, yang berakhir biasanya dengan kematian. Diestimasikan pertandingan-pertandingan di Colosseum telah memakan sekitar 500.000 korban manusia, dan membunuh lebih dari 1 juta binatang buas.

xxx

Bangunan ini dapat menampung sampai 55.000 penonton pertandingan gladiator, yang masuk melalui tidak kurang dari 80 pintu utama. Colosseum terdiri dari empat lantai, yaitu lantai atas untuk wanita dan rakyat biasa sedangkan lantai bawah (dasar) untuk tokoh masyarakat. Di lantai bawah tanah, terdapat kamar-kamar dan kandang-kandang binatang buas, yang dapat diangkat untuk memungkinkan binatang buas muncul di tengah-tengah arena pertandingan.

xxx

...

xxx

...

xxxx

...

xxx

...

xxx

...

xxx

...

xxx

...

xxx

...

xxx

...

Kepala keprotokoleran Wakil Presiden RI, Harry J. Kandou, beserta kelompok Pasukan Pengamanan Wapres menyapu rute di sekitar Colosseum.

Kepala keprotokoleran Wakil Presiden RI, Harry J. Kandou, beserta kelompok Pasukan Pengamanan Wapres menyapu rute di sekitar Colosseum.

Ibu Herawati Boediono bersama Ibu Dewi Oemar dan Ibu Ina Suprapto.

Ibu Herawati Boediono bersama Ibu Dewi Oemar dan Ibu Ina Suprapto.

xxx

...

xxx

Kerusakan pada struktur Colosseum disebabkan oleh beberapa gempa bumi dan kejahatan pencurian barang-barang peninggalan sejarah oleh para ‘stone-robbers’. Namun kemampuan struktur Colosseum untuk tetap berdiri merupakan suatu capaian di bidang earthquake engineering.

xxx

Sambil berbincang-bincang dengan rombongan wartawan. RRI sempat menyampaikan siaran langsung (live time on air) dari Colosseum terkait dengan kunjungan Wakil Presiden RI ke dataran Italia.

xxx

Sunset at Colosseum: Wapres RI beserta Ibu Herawati Boediono mengakhiri kunjungan sambil memandang matahari terbenam bersama dengan Yuwono A. Putranto (Wakil Kepala Perwakilan RI di Roma), Dubes Suprapto, Dubes Oemar, Ibu Dewi Oemar dan Ibu Ina Suprapto.

xxx

Rangkaian membawa Wapres RI keluar dari komplek Colosseum.

xxx

Senja di Roma: Tata lampu yang menerangi gedung-gedung dan jalanan kota Roma memberikan nilai tambah terhadap peninggalan-peninggalan bersejarah. Indonesia akan dapat meraih banyak dari Italia melalui kerjasama di bidang tata kelola dan restorasi warisan budaya.


Leave a Reply

Photo Gallery


Ambasciata della Repubblica di Indonesia, Via Campania 53-55, 00187 Roma, Italia
T: +39064200911, F: +39064880280 / +390648904910
© All Rights Reserved