
Perkembangan Hubungan Diplomatik
Sejak bergabung sebagai anggota UE pada bulan Mei 2004, Malta terus mengalami kesulitan dalam menangani masalah imigran dari negara-negara Afrika Utara. Pemerintah Malta secara aktif berkeinginan untuk dapat menjalin kerjasama baik di tingkat bilateral maupun internasional dalam penanganan masalah imigran.
Malta merupakan negara dengan situasi politik dalam negeri yang relatif stabil. Terpilihnya Dr. George Abela sebagai Presiden Malta pada tanggal 4 April 2009 semakin menunjukkan kematangan politik di Malta. Penunjukan Presiden Abela tersebut menandai pembaharuan sejarah Malta yang untuk pertama kali dalam sejarahnya Presiden berasal dari pihak oposisi dan mendapat dukungan penuh dari Parlemen. Situasi politik yang kondusif tersebut akan memperkuat posisi strategis Malta sebagai tempat persinggahan perdagangan yang penting yang menghubungkan benua Eropa dengan Asia dan Afrika.
Malta telah bergabung dalam mata uang tunggal Euro 1 Januari 2008. Berkaitan dengan ini, Malta telah dan terus melakukan serangkaian reformasi dalam bidang ekonomi dan moneternya untuk memenuhi persyaratan yang diharuskan sebelum bergabung dengan Euro, seperti pengurangan angka defisit di bawah 3% dan penentuan rezim devisanya.
Berbagai program reformasi ekonomi ternyata mempunyai implikasi politis, yang mengakibatkan berkurangnya dukungan terhadap pemerintah. Hal ini dapat dimengerti karena kebijakan reformasi ekonomi tersebut telah membawa dampak bagi kenaikan kebutuhan hidup rakyatnya.
Dampak krisis keuangan global terhadap perekonomian Malta sampai akhir tahun 2008 dinilai masih sangat minim. Sektor yang sudah mengalami pengaruh krisis keuangan adalah sektor automotif dan pariwisata. Pertumbuhan GDP Malta pada tahun 2008 adalah sebesar 2%, lebih rendah sedikit daripada tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 akan stabil pada angka 2%.
Perkembangan Perekonomian Malta
Perkembangan perekonomian Malta selama 40 tahun terakhir dapat dikatakan cukup pesat. Malta berupaya menjaga pertumbuhan GDP per tahun rata-rata sebesar 5 % sejak tahun 1990an. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan investasi di bidang infrastruktur.
Krisis keuangan global juga mempengaruhi perekonomian Malta, namun tingkat pengaruh tersebut tidak terlalu besar terhadap keseluruhan perekonomian Malta. Hal ini disebabkan karena Malta memiliki fondasi sektor keuangan yang relatif kuat sehingga Malta dapat keluar dari krisis ekonomi global.
Bagi Malta, sektor yang memiliki dampak langsung akibat krisis keuangan global hanyalah sektor pariwisata. Sekalipun ekonomi Malta melemah akibat krisis ekonomi global, Komisi Eropa memperkirakan ekonomi Malta tahun 2009 masih dapat tumbuh sebesar 0,7 %. Sedangkan dampak lain yang terjadi akibat krisis keuangan global adalah adanya defisit anggaran lebih dari 3 % threshold yang telah ditetapkan oleh Komisi Eropa. Komisi Eropa juga memperkirakan bahwa defisit anggaran Malta akan berkurang pada tahun 2010.
GDP Malta tahun 2009 sebesar USD 7,4 milyar menurun dibandingkan tahun 2008, yang mencapai USD 8,34 milyar. GDP per capita tahun 2009 sebesar USD 17.883, menurun dibandingkan GDP per capita tahun 2008 sebesar USD 20.202. Tingkat inflasi tahun 2009 sebesar 1,8 %, menurun dibandingkan tahun 2008 sebesar 4,2 %. Tingkat pengangguran (persentase dari angkatan kerja) tahun 2009 sebesar 6,9 %, meningkat dibandingkan tahun 2008 yang hanya mencapai 5, 8 %.
Perekonomian Malta ditopang oleh industri Pariwisata, yang memberikan kontribusi sebesar 30 % dari GDP Malta. Kedatangan turis ke Malta rata-rata mencapai 1 juta orang per tahun (lebih dari 2 kali penduduk Malta yang berjumlah sekitar 414.000 jiwa). Sektor manufaktur (elektronik dan produk-produk farmasi) memberikan kontribusi sebesar 20 % dari GDP; dan 75 % dari total ekspor dan bisnis di sektor keuangan memberikan kontribusi kepada GDP Malta sebesar 13 %. Malta tidak memiliki sumber-sumber energi mineral, sehingga sangat tergantung dari negara-negara lain di kawasan.
Distribusi tenaga kerja di Malta, 2 % bekerja di sektor pertanian, 29,6 % bekerja di sektor industri dan 68 % bekerja di sektor jasa.
Berdasarkan hasil survey index of economic freedom tahun 2008, score Malta 66.1/100. Posisi Malta adalah moderately free dan posisi Malta untuk tingkat dunia berada diurutan 47 dari 179. Sedangkan posisi Malta untuk tingkat kawasan, Malta termasuk negara Miskin, yaitu berada di urutan 24 dari 44.
Karena terletak di kawasan Mideterania, Malta sangat tergantung dengan negara-negara di kawasan Eropa Selatan dan Afrika Utara, khususnya dengan Libya. Malta memiliki hubungan politik dan ekonomi yang sangat baik dengan Libya.
Ekspor utama Malta terdiri dari produk-produk elektronik, mesin-mesin, produk tekstil dan alat tulis (buku-buku). Mitra Dagang utama Malta adalah Singapura (13,6%); Jerman (13%); Perancis (11,6%); Amerika Serikat (9%); dan Inggris (8,2%). Impor utama Malta terdiri dari komponen-komponen elektronik dan listrik, mesin-mesin, minyak, kendaraan, plastik dan produk-produk makanan. Negara Pemasok Utama adalah Italia (26,4%); Inggris (12,7%); Perancis (7,7 %); Jerman (7,6%) dan Singapura (5,9%).












