FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION (FAO)
Merupakan salah satu badan pangan PBB yang didirikan pada bulan Oktober tahun 1945 di Quebec (Kanada) yang kemudian sejak tahun 1951 berkedudukan di Roma, dengan mandate: menjamin akses setiap orang terhadap kebutuhan pangan sehingga menjamin bahwa jumlah orang yang kekurangan gizi dapat turun; meningkatkan produktivitas pertanian; memperbaiki kehidupan masyarakat pedesaan, serta menunjang pertumbuhan ekonomi internasional – termasuk melakukan konservasi, perbaikan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan termasuk lahan, air hutan, perikanan dan sumberdaya genetic untuk keperluan pangan dan pertanian.
FAO beranggotakan 192 negara. Indonesia secara resmi menjadi anggota FAO pada tahun 1949. Dalam keanggotannya, Indonesia telah dipercaya untuk memninpin berbagai komite dan kelompok kerja penting, termasuk posisi sebagai Independent Chair dari Dewan FAO, Komite Masalah-masalah Komoditi, serta Komite Konstitusi dan Masalah Hukum.
Dalam usaha melaksanakan mandat tersebut di atas, FAO memberikan bantuan pembangunan dan bantuan teknis kepada negara-negara yang membutuhkan, disamping melaksanakan aktivitas dan program lainnya, seperti Program Khusus untuk Ketahanan Pangan, Sistem Pencegahan Darurat bagi Perpindahan Penyakit pada Binatang dan Hama, Sistem Informasi dan Peringatan Dini Global untuk Pangan dan Pertanian, serta Bantuan dan Rehabilitasi Darurat. Hal ini akan terus dikembangkan dan ditingkatkan melalui berbagai kerjasama kongkrit yang berdampak langsung bagi pemberdayaan segenap elemen masyarakat Indonesia.
Dalam perkembangan hubungan dengan FAO, terdapat peningkatan jumlah program FAO di Indonesia. Oleh karena itu, kantor Perwakilan FAO di Jakarta dibuka pada tahun 1979. Saat ini, terdapat sekitar 41 progam dan proyek aktif FAO yang sedang berjalan di Indonesia. Dan mulai dari tahun 2006-2007, FAO menyediakan dana sebesar US$200.000 di kantor Perwakilan FAO untuk keperluan FAO dan Pemerintah Indonesia mengkontrak konsultan dalam rangka memformulasi proyek atau memenuhi kebutuhan yang mendesak.
Contoh jenis-jenis program FAO dimaksud adalah:
[i] Emergency Programme (penanganan pasca Tsunami di NAD, Nias, NTT, Yogyakarta, dan Jateng; penanganan Flu Burung);
[ii] Development Programme (Special Programme for Food Security; Rice Check; Tree Crops Development);
[iii] Tele Food (16 proyek di NTT dan NTB; kegiatan-kegiatan sebagian besar terkait dengan peternakan dan perikanan;
[iv] Introduction of TED in Tropical Shrimp Trawl (kegiatan pelatihan, TED Legal Review dan TED Design di Laut Arafura dan Samudra Hindia untuk periode 2002-2007 dengan DKP sebagai mitra instansi pemerintah serta alokasi anggaran sekitar US$400.000);
[v] National Forest Programme (NFP) Facility dengan Dephut sebagai mitra instansi pemerintah dengan tujuan untuk membantu wilayah-wilayah dalam meningkatkan pelaksanaan program kehutanan sesuai dengan upaya pemenuhan Prinsip-prinsip Kehutanan (Forest Principles) dan sejalan dengan Bab 11 dari Deklarasi UNCED atau Konferensi PBB mengenai Lingkungan Hidup dan Pembangunan (Earth Summit) pada tahun 1992; dan
[vi] Fasilitasi formulasi Regional Food Security Programme di 5 provinsi dan 15 kabupaten, serta pengadaan peralatan laboratorium untuk Lembaga Penelitian Kopi dan Kakao.
Saat ini Indonesia tercatat sebagai anggota Dewan FAO (Council) sampai November 2011. Indonesia juga menjabat ketua Committee on Commodity Problems/CCP dan ketua Committee on Constitutional and Legal Matters (CCLM).
Selain itu, Indonesia sedang berkampanye untuk pencalonan Dirjen FAO masa jabatan 2012-2015. Calon dari Indonesia adalah Dr. Indroyono Soesilo, Sesmenko Kesra. Pemilihan Dirjen FAO akan diselenggarakan pada tanggal 25 Juni-2 Juli 2011 di Roma.
Sekretariat FAO
Direktur Jenderal: Jacques Diouf (Senegal)
Viale delle Terme di Caracalla
00153 Rome, Italy
Telephone: +39-06-57051, Fax: +39-06-57053152
www.fao.org












