BLOG DARMASISWA

Sekilas mengenai Republik Siprus

6 September 2009 Accreditations, Cyprus

SIPRUS

A.     UMUM

Nama negara

Republik Siprus

Ibu kota

Nicosia (307.000 jiwa penduduk)

Penduduk Negara

Total penduduk Siprus adalah 796.900 (2009); diperkirakan sekitar 88.900 Turkish Cypriot dan 160.000-256.644 penduduk Turki tinggal di wilayah utara Turkish Cypriot.

Luas wilayah

9.251 km2; 3.355 km2  diantaranya di bawah administrasi Turkish Cypriot, 151 km2  merupakan Green Line (buffer zone di bawah pengawasan PBB) dan 254 km2  merupakan Sovereign Base Area di bawah yuridiksi Inggris.

Batas Negara

Siprus merupakan negara pulau yang terletak di Mediterranean selatan, selatan dari Turki, barat Syria, Lebanon, dan Israel, timur dari Yunani, dan utara dari Mesir
Kota-kota penting

Limasssol (224.000 penduduk), Larnaca (130.000 penduduk), Paphos (75.000 penduduk), Ammochostos (43.000 penduduk)

Bahasa resmi

Yunani, Turki, dan Inggris

Agama

Greek orthodox 78%, Islam 18%, dan 4% adalah penganut Bahá’í, Yahudi, Protestan, Katolik Roma dan Maronite.

Hari Nasional

1 Oktober

Lagu Kebangsaan

Hymn to Liberty (Himne Kebebasan)

Keanggotaan pada Organisasi Internasional Utama

PBB, Uni Eropa

Mata Uang

Euro

B.     PEMERINTAHAN DAN POLITIK

Bentuk negara  : Presidential Republic
Konstitusi          : Konstitusi 1960

1.     Parlemen

Unikameral (terdiri atas 56 anggota parlemen yang dipilih melalui Pemilu Legislatif dan tambahan 3 kursi wakil khusus dari minoritas Maronite dan Armenian yang dipilih melalui Pemilu secara terpisah).

2.     Kepala Negara

Presiden Demetris Christofias (partai Akel); dipilih melalui Pemilu Presiden pada 28 Februari 2008 dengan masa bakti selama 5 tahun

3.     Kepala Pemerintahan

Presiden menunjuk dan memimpin Dewan Menteri

4.     Pemilihan Umum

Februari 2008 (Pemilu Presiden terakhir); Mei 2006 (Pemilu Legislatif terakhir); Pemilu berikutnya pada Februari 2012 (Pemilu Presiden) dan Mei 2011 (Pemilu Legislatif).

5.     Konstelasi Politik dan Partai-partai Terwakili dalam Parlemen.

Partai-partai politik utama yaitu: Progressive Party of the Working People (Akel, komunis); Democratic Rally (Disy); Democratic Party (Diko); Movement of Social Democrats (Edek); United Democrats (Edi). Pemerintahan sekarang terdiri dari partai-partai Akel, Diko, Edek dan wakil-wakil profesional

6.     Sejarah Singkat

Siprus memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1960 dengan jaminan konstitusi dari mayoritas Greek Cypriot kepada minoritas Turkish Cypriot. Pada tahun 1974, Turki menginvasi Siprus dan menduduki 40% wilayah utara dari pulau tersebut. Pada tahun 1983, Turki mengumumkan kepemilikan atas sebagian pulau tersebut, yang dinyatakan sebagai “Turkish Republic of Northern Cyprus”, tetapi kondisi ini hanya diakui oleh Turki sendiri. PBB memimpin pembicaraan langsung antara kedua pihak Cyprus sejak bulan Januari 2002 dan menyelenggarakan referendum bagi semua Cypriot pada tanggal 24 April 2004, hanya 10 hari sebelum Cyprus dijadualkan bergabung ke dalam UE. Referendum oleh PBB yang bertujuan untuk menyatukan kembali wilayah Cyprus mengalami kegagalan setelah sebesar 75,83% suara Greek Cypriot menyatakan menolak, meskipun 64,9% suara Turkish Cypriot menyatakan bersedia menerima usulan PBB untuk reunifikasi.

7.     Perkembangan Terakhir Politik Dalam Negeri

Siprus merupakan sedikit contoh negara yang masih berupaya untuk mewujudkan unifikasi. Negosiasi unifikasi penuh yang diawali pada bulan September 2008 berjalan lambat.  Kemenangan Demetris Christofias dalam pemilu Presiden di Republik Siprus pada bulan Februari 2008 yang awalnya diperkirakan dapat menghidupkan proses negosiasi unifikasi, tenyata mengalami kendala.
Meskipun telah ditempuh berbagai upaya untuk menyatukan kedua daerah Siprus tersebut, termasuk usulan untuk referendum dari Sekjen PBB, namun sampai sekarang hasilnya masih jauh dari harapan Pemerintah Siprus.
Pada bulan April 2010, sebagai hasil “pemilu presiden” di Siprus Utara, pemimpin TRNC berpindah dari Mehmet Ali Talat ke Dervis Eroglu. “Presiden” Eroglu dikenal sebagai pemimpin nasionalis yang berpandangan garis keras.
Sampai dengan akhir Oktober 2010, kedua pihak masih berupaya mencari solusi yang dapat diterima kedua pihak. Berkaitan dengan rencana Sekjen PBB menyampaikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB di bulan November 2010, tampaknya kedua belah pihak akan berupaya keras untuk mencapai suatu kemajuan sebelum laporan Sekjen PBB tersebut dirilis.

8.     Hubungan Bilateral Indonesia-Siprus

Hubungan bilateral RI-Siprus terutama terkait dengan kedekatan dan kebersamaan yang pernah terjalin dalam Gerakan Non Blok, sebelum Siprus bergabung dengan UE bulan Mei 2004. Selain itu dukungan timbal balik antara kedua negara dalam berbagai dukungan atas pencalonan di forum-forum internasional juga menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua negara. Menyikapi masalah Siprus, Pemri tetap menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara damai dengan mengacu pada resolusi-resolusi  DK PBB dan hukum internasional. Terkait status Indonesia sebagai anggota OKI, KBRI Roma kiranya perlu terus menyampaikan kepada pihak Siprus, mengenai posisi Indonesia dalam kasus Siprus. Langkah tersebut perlu untuk diambil untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam hubungan Indonesia dengan Siprus dan status Indonesia sebagai anggota OKI.
Bagi Indonesia, Siprus yang memiliki keunggulan dalam bidang pelayaran  dapat dimanfaatkan bagi peningkatan pengembangan kerjasama ketenagakerjaan di sektor pelayaran, di samping pengembangan kerjasama di sektor perdagangan dan investasi.

Beberapa sektor yang terbuka di Siprus adalah domestic worker dan perkapalan. Kiranya dapat diusahakan juga untuk masuk ke dalam sektor pariwisata dan pertanian.

C.     EKONOMI

1.     Perekonomian Umum

Sekitar 78% dari pemasukan GDP Siprus berasal dari sektor jasa. Pariwisata, perbankan, dan real estate merupakan sektor-sektor penting. Sektor penting lainnya adalah pertanian dan industri pertanian. Pertumbuhan ekonomi yang pesat pada tahun-tahun belakangan ini sangat tergantung kepada sektor pariwisata, dimana kinerja sektor pariwisata sangat fluktuatif disebabkan oleh kondisi / stabilitas politik di dalam negeri maupun di kawasan Eropa Barat. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dikuasai oleh Pemerintah jauh melebih pertumbuhan rata-rata di Uni Eropa sejak tahun 2000.

2.     Data Umum Ekonomi

GDP

US$ 23,6 milyar (2009), €4.388 juta (Juli-September 2010)

Pertumbuhan GDP

-1,7% (2009), 1,8% (Juli-September 2010)

Tingkat Inflasi

4,7% (2008); 0.4% (2009); 1,6% (Desember 2010)

Angkatan kerja

403.100 (2009), 386.000 (Q3 2010)

Angka pengangguran

5,3% (2009); 5,8% (Q3 2010)

Kekayaan alam

Copper, pyrites, asbestos, gypsum, timber, garam, marble, clay earth pigment

Produk Pertanian

Citrus, sayuran, barley, anggur, zaitun, unggas, babi, kambing, susu dan keju

Industri

Pariwisata, pengelolaan (processing) minuman dan makanan, semen, gypsum, reparasi dan refurbishment kapal laut, tekstil, light chemicals, produk metal, kayu, kertas, produk batu.

Ekspor

US$ 2,130 milyar (2008); US$ 1,348 milyar (2009); €104,5 juta (Oktober 2010)

Komoditi ekspor

Jeruk citrus, kentang, obat-obatan, semen, pakaian

Negara tujuan ekspor

Yunani (23,83%), Jerman (9,2%), Inggris 8,78% (2009)

Impor

US$ 11,06 milyar (2008); US$ 7,27 milyar (2009); €514,6 juta (Oktober 2010)

Negara asal impor

Yunani (20,18%), Italia (10,67%), Inggris (8,95%), Jerman (8,79%), Israel (6,99%), (China 5,52%), Belanda (4,85%), Perancis (4,01%) [2009]

Komoditi impor utama

barang konsumsi, petroleum dan pelumas, barang setengah jadi, mesin, peralatan transportasi

3.     Perkembangan Terakhir

Pada tanggal 1 Januari 2008, Siprus telah bergabung dengan mata uang Euro.

Krisis ekonomi di Yunani telah berdampak pada perekonomian di Siprus, terutama pada sector finansial/perbankan, karena besarnya tingkat saling ketergantungan antara Yunani dan Sipus. Dampak krisis Yunani pada tingkat yang lebih kecil juga dirasakan pada sektor pariwisata dan perdagangan.

Pada tahun 2009 ekonomi Siprus mengalami kontraksi 1.7%, dengan sektor industri berkontraksi 7.9%. Tingkat pengangguran meningkat dari 3.8% pada tahun 2008 menjadi 5.5% pada tahun 2009. Defisit anggaran 2009 tercatat pada tingkat 6.5%, dan inflasi 2009 0.2%.Defisit anggaran Siprus pada lima bulan pertama tahun 2010 naik menjadi € 2,53 milyar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar € 1,92 milyar. Defisit anggaran Siprus pada bulan Mei 2010 adalah € 418 juta, dibandingkan dengan bulan Mei 2009 sebesar € 396 juta.

Neraca Perdagangan RI-Siprus

TAHUN Jan- Okt Perub%

2010-2009

2007 2008 2009 2009 2010
Total perdagangan 12.685,2 15.740,7 16.720,6 14.287,1 17.658,1 23,60
Migas 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Non migas 12.685,2 15.740,7 16.720,6 14.287,1 17.658,1 23,60
Ekspor 12.492,0 15.606,3 13.752,1 11.672,3 9.551,8 -18,17
Migas 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Non migas 12.492,0 15.606,3 13.752,1 11.672,3 9.551,8 -18,17
Impor 193,3 134,4 2.968,4 2.614,8 8.106,3 210,02
Migas 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Non migas 193,3 134,4 2.968,4 2.614,8 8.106,3 210,02
Neraca perdagangan 12.298,7 15.471,9 10.783,7 9.057,6 1.445,5 -84,04
Migas 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Non migas 12.298,7 15.471,9 10.783,7 9.057,6 1.445,5 -84,04

(Nilai : Ribu US$ – Sumber Kemdag)

4.     Data Umum Ketenagakerjaan (2008)

(a) Komposisi GDP berdasarkan sektor

Pertanian: 2.1%
Industri: 19.6%
Jasa: 78.3%

(b) Jumlah Tenaga Kerja:  397.000

(c) Tenaga Kerja berdasarkan sektor

Pertanian: 8.5%
Industri: 20.5%
Jasa: 71% (2006 est.)

D.     Pelayanan Kekonsuleran dan WNI serta TKI di Siprus

WNI yang tinggal di Siprus kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. WNI bermasalah di Siprus lebih beragam dibandingkan di Italia. Kebanyakan dari mereka adalah korban penipuan agen tenaga kerja yang mengiming-imingkan gaji besar dengan membebankan recruitment fee yang besar. Sehingga tak jarang dari mereka terjerat hutang untuk proses keberangkatan mereka bekerja ke Siprus.
Kendala jarak dalam menangani WNI di Siprus diatasi dengan adanya Honorary Konsul (KonHor) RI untuk Siprus. Kehadiran KonHor sangat membantu tidak saja dalam urusan kekonsuleran, namun dalam menjalin hubungan dengan Kemlu setempat.
Pemerintah Siprus menerapkan pembatasan jumlah pekerja migran khususnya yang non-Eropa. Pemerintah Siprus juga menerapkan kebijakan yang ketat untuk tenaga profesional non-Siprus dengan alasan untuk melindungi tenaga setempat. Sulitnya memperoleh ijin masuk ke Siprus telah mendorong beberapa TKI mengajukan status sebagai “refugee” agar bisa tetap tinggal dan bekerja di sana. Umumnya TKI yang bekerja di Siprus berasal dari agen-agen dari wilayah Timur Tengah.
Selama ini ini diperkirakan cukup banyak TKI yang bekerja di kapal-kapal di Siprus, namun tidak melapor ke pihak KBRI Roma. Untuk itu perlu kiranya ditingkatkan pengawasan kepada agen pelayaran yang ada di Indonesia khususnya dalam proses perekrutan ABK.


Leave a Reply

Photo Gallery


Ambasciata della Repubblica di Indonesia, Via Campania 53-55, 00187 Roma, Italia
T: +39064200911, F: +39064880280 / +390648904910
© All Rights Reserved