BLOG DARMASISWA

Sekilas mengenai Republik Italia

6 September 2009 Accreditations, Italy

ITALIA

A.     UMUM

Nama negara

Republik Italia
Ibu kota

Roma  (2,8 juta jiwa penduduk)
Penduduk Negara

60 juta (2009) dengan kontraksi sebesar -0,05%  dan kepadatan 196,1 orang per km2.
Luas wilayah

301.338 km2 (termasuk P. Sicilia 25.707 km2 dan P. Sardenia 24.089 km2, tetapi tidak termasuk negara kecil San Marino dan Vatikan yang terletak di Italia tengah)
Pulau

Sisilia 25.707 km2, Pulau Sardenia  24.089 km2. Terdapat pula pulau-pulau kecil lainnya disepanjang garis pantai semenanjung Italia.
Batas Negara

Sebelah utara dengan Swiss, Austria, dan Slovenia; sebelah barat dengan Perancis dan Laut Tyrhenia; sebelah Selatan dengan Laut Mediterania; dan sebelah timur dengan Laut Adreatik.
Kota-kota  penting

Milan, Napoli dan Torino
Bahasa resmi

Italia
Suku bangsa

Italia (sekelompok kecil Jerman, Perancis dan Slovenia-Italia di wilayah utara dan Albania-Italia serta Yunani-Italia di wilayah selatan).

Agama

Katolik Roma 90% (10% penganut Protestan, Yahudi dan Islam). Penganut Islam sekitar 1 juta (3% penduduk asli)

Hari Nasional

2 Juni 1946
Lagu Kebangsaan

Fratelli D’Italia (Saudara Italia)
Bendera

Hijau, Putih, dan Merah (vertikal)
Keanggotaan pada Organisasi Internasional Utama

PBB, NATO, Uni Eropa, dan G8 (Italia sebagai Presiden thn 2009)
Mata uang

Euro (€)

B.     SEJARAH SINGKAT

Italia menjadi negara bangsa pada tahun 1861 ketika negara-negara bagian (regional states) di wilayah Italia sekarang, bersama dengan Sardinia dan Sisilia, dipersatukan dibawah Raja Victor Emmanuel II. Era Pemerintahan Parlemen berakhir awal tahun 1920-an ketika Benito Mussolini membangun pemerintahan diktator fasis. Persekutuannya dengan Nazi Jerman telah membawa kekalahan Italia pada Perang Dunia II. Republik Demokrasi menggantikan sistem kerajaan pada tahun 1946 dan sejak itu ekonomi Italia mulai bangkit.

Italia merupakan anggota pendiri NATO dan Masyarakat Ekonomi Eropa. Italia juga berperan aktif dalam proses penyatuan politik dan ekonomi Eropa. Masalah utama yang dihadapi Italia saat ini antara lain adalah imigran gelap, kejahatan terorganisir, tingginya angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang lambat, dan perbedaan tingkat kemakmuran antara wilayah bagian utara yang lebih kaya dibanding dengan wilayah bagian selatan yang relatif miskin.

Sebagai bekas wilayah kekuasaan Romawi, kota-kota di Italia, terutama Roma memiliki banyak bangunan sejarah dan situs arkeologi yang menarik bagi wisatawan asing. Menurut UNESCO, sekitar 60% peninggalan zaman dahulu terdapat di Italia.

Kota Roma dikenal sebagai kota tempat peninggalan Kekaisaran Romawi (27 BC-393 AD). Roma didirikan pada tahun 753 SM.  Menurut legenda, Romulus dan Remus, dua putera kembar dari Dewa Perang “Mars” diapungkan di sungai Tevere tetapi selamat. Kedua saudara kemudian dibesarkan oleh seekor serigala. Dalam suatu pertikaian, Romulus membunuh saudara kembarnya Remus, dan kemudian mendirikan Roma Quadrata di atas sungai Tevere. Kota Roma saat ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Romulus.  Romulus juga merupakan raja pertama di Roma.

Pada masa awal sejarahnya, Roma atau Romawi terlibat dalam berbagai peperangan, yang akhirnya dapat berkembang menjadi suatu kekaisaran besar yang meliputi hampir seluruh daratan Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah.  Kekaisaran yang luas ini dibagi dalam propinsi-propinsi  yang dikepalai oleh gubernur.

Pusat pemerintahan berada di tangan Kaisar yang berkedudukan di Roma.  Kaisar Romawi yang terkenal antara lain adalah Julius Caesar, Augusto, Trajanus dan Hadrian.  Pada tahun 395 AD Kekaisaran Romawi terbagi dua, yaitu Romawi Barat dengan pusat pemerintahan di Roma dan Romawi Timur di Konstantinopel, yang kemudian dikenal dengan Istambul. Saat ini Roma dikenal bukan saja sebagai kota tua tetapi juga kota antik dan bahkan disebut sebagai musium hidup Kekaisaran Romawi.

C.     PEMERINTAHAN DAN POLITIK

Bentuk  negara :  Republik
Konstitusi :  Konstitusi tahun 1948

1.     Parlemen

Terdiri atas dua kamar (bicameral) yaitu:

  • Senat (Senato della Repubblica) beranggotakan 315 senator. Ketua Senat sekarang adalah Renato Schifani (Popolo della Liberta) yang terpilih 29 April 2008.
  • Majelis Rendah (Camera dei Deputati) beranggotakan 630 orang. Ketua Majelis Rendah sekarang adalah :  Gianfranco Fini (Popolo della Liberta) yang terpilih pada 30 April 2008.

Kedua kamar tersebut memiliki masa bakti selama 5 tahun.

2.     Kepala Negara

Presiden Republik (Presidente della Repubblica) dengan masa jabatan 7 tahun dipilih melalui pemungutan suara oleh anggota-anggota Senat, Majelis Rendah dan wakil-wakil Dewan Wilayah. Presiden memilih Perdana Menteri, namun tidak memiliki kekuasaan eksekutif. Presiden saat ini adalah Giorgio Napolitano terpilih 15 Mei 2006.

3.     Kepala Pemerintahan

Perdana Menteri (Presidente del Consiglio dei Ministri – Ketua Dewan Menteri)  diminta membentuk Kabinet (formatur) oleh Presiden setelah berkonsultasi dengan Ketua Partai Politik, mantan Presiden, dan Ketua Parlemen. Dalam waktu kurang dari 10 hari, susunan pemerintahan baru harus diajukan ke Parlemen untuk mendapat dukungan suara dalam pemilihan terbuka. Perdana Menteri  saat ini adalah Silvio Berlusconi terpilih pada tanggal 15 Mei 2008.

4.     Pemilihan Umum

Pemilihan umum berazas proporsional untuk memilih anggota Majelis Rendah dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu terakhir dilaksanakan 13-14 April 2008.

5.     Koalisi Politik dan Partai

Partai-partai utama yang terwakili di parlemen adalah:

  1. a. Pemerintah Partai-partai Tengah Kanan, koalisi dari Popolo della Liberta (PDL), Lega Nord (LN) dan Movement for Autonomy (MpA)
  2. b. Oposisi:  Partai-partai Tengah Kiri, koalisi dari Partito Democratico (PD) dan Italia dei Valori (IDV)
  3. c. Di luar koalisi di atas yaitu Unione di Centro (UdC).

6.     Pemerintahan Daerah

Italia mendesentralisasikan sebagian wewenang pemerintahan pusat kepada 3 tingkatan daerah administratif yaitu: wilayah (regione), propinsi (provincia) dan kotamadia (comune). Italia terdiri dari 20 wilayah,  termasuk 5 wilayah otonomi*; yaitu Abruzzo, Basilicata, Calabria, Campania, Emilia Romagna, Friuli-Venezia Giulia*, Lazio, Liguria, Lombardia,  Marche, Molise, piemonte, Puglia, Sardenia*, Sicilia*, Toscana, Trentino-Alto Adige*, Umbria, Valle d’Aosta* dan Veneto.

7.    Politik Dalam Negeri

Pemerintahan PM Silvio Berlusconi merupakan kabinet yang ramping dan didominasi oleh koalisi Popolo della Liberta sehingga cenderung lebih stabil daripada Pemerintahan sebelumnya di bawah PM Romano Prodi. Mitra Koalisi PDL, yaitu LN memiliki peran yang lebih besar sebagai akibat kemenangannya di pemilu regional bulan April 2010.

Secara umum pemerintahan PM Berlusconi mengambil kebijakan yang keras terhadap imigran, termasuk dari negara UE lainnya. Pemerintah menganggap imigran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai tindak kekerasan dalam masyarakat sehingga pergerakan imigran – terutama dari Afrika dan Asia – perlu dibatasi atau kalau perlu dihentikan. Selain itu sentimen negatif terhadap warga Muslim yang tinggal di Italia juga cenderung meningkat.

Dalam beberapa bulan terakhir, koalisi pemerintahan PM Berlusconi retak dengan keluarnya Gianfranco Fini (ex Alleanza Nazionale) dari PDL dan membentuk kaukus Future e Liberta per Italia (FLI) di Parlemen Italia. Konflik antara Berlusconi dan Fini yang menjabat sebagai ketua Chamber of Deputies berdampak pada stabilitas politik domestik. Selain itu, atas tekanan Fini, sejumlah Menteri dan Wakil Menteri mengundurkan diri dari pemerintahan karena ditengarai terlibat kasus korupsi dan keterlibatan dengan Mafia.

Pemerintahan Berlusconi akan menghadapi pemungutan suara dalam Mosi tidak percaya (confidence vote) di Parlemen Italia pada tanggal 14 Desember 2010 mendatang. Apabila suara yang menentang pemerintahan lebih besar, maka dapat dipastikan akan terjadi pemilu yang dipercepat dari jadwal semula tahun 2013 untuk memilih pemerintahan baru.
8.     Politik Luar Negeri

Secara umum, kebijakan luar negeri Italia untuk Asia di bawah pemerintah PM Silvio Berlusconi masih meneruskan kebijakan pemerintah sebelumnya, yang menempatkan Asia sebagai salah satu kawasan prioritas bagi hubungan luar negeri Italia. Italia memandang Indonesia sebagai negara yang berhasil memadukan Islam, demokrasi, dan modernitas. Jumlah penduduk dan kekuatan ekonomi serta peran yang dimainkan pada tingkat kawasan maupun global dinilai sebagai potensi bagi pengembangan kerjasama bilateral. Italia juga memandang bahwa hubungan persahabatan Italia-Indonesia yang selama ini berjalan dengan baik merupakan modal bagi kerjasama di masa mendatang.

C.     EKONOMI

1.     Perekonomian Umum

Dengan branding “Made in Italia” yang menekankan keunggulan desain, teknologi dan inovasi, perekonomian Italia sebagian besar ditopang oleh industri manufaktur barang-barang konsumen berkualitas tinggi yang diproduksi oleh industri dan perusahaan-perusahaan swasta skala kecil dan menengah berbasiskan teknologi canggih. Lokasi geografis bisnis dibangun berdasarkan kluster keunggulan komparatif masing-masing daerah. Industri permesinan, plastik dan karet misalnya, dikembangkan di wilayah Utara dan Barat Laut Italia guna mempermudah upaya pengembangan dan jangkauan dengan negara-negara Eropa lainnya.

Sedangkan di wilayah bagian selatan – terutama di Napoli, Bari, dan Brindisi – tersebar industri makanan dan tekstil/pakaian (yaitu, industri  yang bergantung pada sektor pertanian). Di pulau Sicilia berkembang industri produk untuk perumahan. Sementara di pulau Sardinia berkembang selain industri makanan, produk perumahan juga tekstil/pakaian.
Jumlah imigran legal yang tinggal di Italia pada awal Januari 2010 telah meningkat sebanyak 20 kali lipat dalam 20 tahun terakhir dan jumlahnya mendekati hampir 5 juta jiwa atau sekitar 7 % dari total populasi Italia saat ini. Kalangan pengusaha imigran yang saat ini memiliki jaringan bisnis yang cukup luas, berpotensi menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi Italia. Pada tahun 2007, para imigran memberikan kontribusi sebesar 9.2% pada GDP Italia dan remittance yang dikirim ke negara asal mencapai €6 miliar tahun 2007.

Perusahaan imigran, yang kebanyakan bergerak di bidang usaha kecil dan menengah (UKM) menciptakan lebih dari 500.000 lapangan kerja. Oleh karena itu, Pemerintah Italia mulai menyadari akan pentingnya pengelolaan secara tepat masalah integrasi penduduk imigran di Italia.

Perkembangan impor Italia dengan dunia pada tahun 2010 (Januari-Juni) mengalami peningkatan dari USD 230,3 milyar dibanding periode yang sama tahun 2009 (Januari-Juni) sebesar 194,3 milyar atau meningkat 18,5%. Dengan demikian laju pertumbuhan impor Italia lebih cepat dibanding ekspor Italia dengan dunia. Adapun negara pemasok utama ke Italia dalam tahun 2010 antara lain berasal dari Jerman (16%) diikuti Perancis (8,5%), China (6,9%), Belanda (5,4%) dan Spanyol (4,5%). Dari negara-negara kawasan Asean, Indonesia merupakan negara pemasok ke 37 dengan pangsa pasar hanya 0,5% masih lebih tinggi dibanding Thailand menduduki peringkat ke 46 (0,4%).

2.     Data Umum Ekonomi

GDP

€390,922 juta (Q3 2010)

GDP per capita

US$ 35.435 (2009)

Pertumbuhan GDP

-1% (2008); perkiraan -5% (2009) dan 0,2% (perkiraan 2010) 1% (perkiraan 2010) dan 1% (perkiraan 2011)

Tingkat Inflasi

0,8% (2009); perkiraan 1,5% (2010) 1,9% (Desember 2010).

Angkatan Kerja

24,97 juta (2009), 22,9 juta (perkiraan 2010)

Angka Pengangguran

7,8% (2009); 8,2% (Agustus 2010); 8,7% (November 2010), 8,6% (perkiraan 2011)

Kekayaan alam

Ikan, bahan kimia dan gas bumi

Produk Pertanian

Gandum, beras, anggur, zaitun, jeruk, kentang, gula bit, kedelai, daging sapi dan produk susu.

Industri

Pariwisata, mesin, besi dan baja, kimia, pengolahan pangan, tekstil, kendaraan bermotor, baju, sepatu dan keramik.

Ekspor

US$ 546,9  milyar (2008); US$ 412,4 milyar (2009) dan US$ 448,1 milyar (perkiraan 2010); €277,138 juta (Januari-Oktober 2010)

Komoditi ekspor

aksesoris kendaraan, obat-obatan, kendaraan bermotor, alas kaki, suku cadang kendaraan, produk mesin, bahan kimia, peralatan transportasi, produk energi, besi mineral, tekstil dan pakaian, makanan, tembakau .

Negara tujuan ekspor

Jerman 12,8%, Perancis 11,2%, Spanyol 6,5%, AS 6,3%, dan Inggris 5,3% (2008). Dominasi kelima negara bertahan sampai pada data terakhir Mei 2009.

Impor

US$ 546,9 milyar (2008); US$ 410,2 (2009) dan US$ 443,9 (perkiraan 2010); €298,343 juta (Januari-Oktober 2010)

Negara asal impor

Jerman 16,68%, Perancis 8,82%, China 6,53%, Belanda 5,63%, Spanyol 4,3%, Rusia 4,12%, Belgia 4,08%.

Komoditi impor

kendaraan bermotor, obat-obatan, aksesoris kendaraan, perangkat telefon, produk mesin, tekstil dan pakaian, kendaraan bermotor, peralatan transportasi, bahan kimia, makanan dan minuman, mineral

3.     Perkembangan Terakhir

Perekonomian Italia pada saat ini sedang mengalami dampak dari krisis keuangan global yang terjadi pada akhir 2008. Walaupun Pemerintah PM Berlusconi pada awal krisis keuangan global terjadi merasa optimis bahwa perekonomian Italia akan immune terhadap imbas krisis dan memperkirakan dampak negatif yang akan dialami akan sangat minim, namun data-data ekonomi yang dikeluarkan baik oleh Bank Central Italia maupun Bank Central Eropa menunjukkan bahwa perekonomian Italia mengalami resesi pada tahun 2009; dan akan berlanjut beberapa tahun ke depan. Bahkan sejumlah analis menyebutkan bahwa Italia akan mengalami resesi terburuk sejak tahun 1975.

Perihal utang (public debt) Italia yang tergolong besar diantara negara-negara Uni Eropa lainnya (ketiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Jepang), Komisi Eropa telah memberikan batas waktu bagi Italia sampai akhir 2012 untuk mengurangi defisit anggarannya sehingga mencapai tingkat 3% sebagaimana diwajibkan oleh Stability and Growth Pact Uni Eropa.  Salah satu alasan dari besarnya utang adalah tingginya bunga atas utang itu. Sedangkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah merupakan beban tambahan dalam melakukan penyesuaian anggaran.

Utang Italia mencapai 114,6% dari GDP di tahun 2009; diperkirakan mencapai 120% di tahun 2010; dan 117,8% di tahun 2011. Sedangkan defisit anggaran mencapai 5,3% di tahun 2009, diperkirakan 5,3% di tahun 2010; serta 5,1% di tahun 2011.

Dari total angkatan kerja Italia yang mencapai 24,97 juta (2009), 65.1% bergerak di sektor jasa, 30,7% di sektor industri, dan 4,2% pada sektor agrikultur. Sedangkan GDP yang diperoleh dari sektor jasa 73,1%; industri 25%; agrikultur 1,8%.

E.     SEKTOR PARIWISATA ITALIA

Pemerintah Italia memberikan perhatian yang besar pada sektor pariwisata, dan mengandalkan sektor tersebut sebagai salah satu industri utama dalam melawan siklus negatif dari dampak resesi ekonomi global.

Italia merupakan tujuan utama parawisata nomor lima dan penghasil pendapatan di sektor pariwisata ke-empat tertinggi di dunia – sesudah Perancis, Spanyol, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008, jumlah pengunjung ke Italia adalah sebanyak 73,74 juta orang (70,5 juta wisatawan di tahun 2007), dan memberikan kontribusi sebesar US$42.7 milyar kepada PDB (Produk Domestik Bruto) Italia (11,4% dari total ekspor Italia).

Pemerintah menargetkan untuk menggandakan kontribusi tersebut sebanyak dua kali lipat melalui strategi pemasaran terpadu.

F.     HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA – ITALIA

1.     Umum

Hubungan resmi antara Indonesia dan Italia diawali dengan pengakuan Italia terhadap kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949.  Pemerintah Indonesia membuka Perwakilan RI di Roma pada tahun 1952, setelah Italia membuka Perwakilannya di Jakarta pada tahun 1951.

Hubungan bilateral Indonesia-Italia, sejak awal berjalan dengan baik. Dalam beberapa isu pada tataran multilateral, Indonesia dan Italia bahkan saling mendukung berdasarkan pemahaman dan saling pengertian terhadap kepentingan masing-masing, baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya.
2.     Politik

Hubungan politik kedua negara selama ini berjalan dengan baik yang ditunjukkan antara lain melalui kunjungan pejabat-pejabat tinggu kedua negara dan koordinasi posisi dan saling dukung di berbagai organisasi internasional. Saling kunjung antara pejabat kedua negara antara lain:

  • Kunjungan  resmi PM Romano Prodi ke Jakarta pada tanggal 20-21 Oktober 1997.
  • Kunjungan Wakil Presiden B.J. Habibie menemui PM Romano Prodi pada saat perjalanan menuju London menghadiri pertemuan Asia-Europe Meeting (KTT ASEM II), pada tanggal 30-31 Maret 1998.
  • Kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri ke Italia pada tahun 2002 dan 2003.
  • Kunjungan Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono ke Roma pada tanggal 23 April 2007.
  • Kunjungan Kerja Sekjen MK ke Roma pada tanggal 26-29 November 2008.
  • Pertemuan bilateral Menlu RI-Italia di Roma pada tanggal 5 Maret 2009.
  • Kunjungan Mahkamah Konstitusi Indonesia ke Italia pada tanggal 27 Mei 2010
  • Kunjungan Menko Kesra RI ke Roma, 6-8 Juni 2010

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral, dalam pertemuan bilateral Menlu RI-Italia di Roma pada tanggal 5 Maret 2009, telah ditandatangani MoU mengenai Forum Konsultasi Bilateral (FKB). Pertemuan FKB pertama direncanakan dilakukan pada tahun 2010.

Di bidang pertahanan, sebagai tindak lanjut MoU antara Dephan RI dengan Kementerian Pertahanan Republik Italia tentang Kerja Sama Dalam Bidang Peralatan, Logistik dan Industri Pertahanan (15 Februari 1997) antara lain telah dilakukan konsultasi bilateral sebagai berikut:

• Pada tahun 2005 (di Jakarta);
• Pada tahun 2006 (di Roma); dan
• Pada tahun 2007 (di Jakarta).

Kerjasama juga dilakukan melalui pengadaan peralatan dan amunisi untuk TNI AL.

Kerjasama teknis di bidang politik juga dilakukan melalui pengiriman secara reguler perwira Polri dalam High and Middle Level Management Course yang diselenggarakan di Center of Excellence for Stability Police Units (CoESPU), Vicenza, Italia. Pelatihan yang diadakan 3 kali dalam setahun tersebut bertujuan untuk mempersiapkan para perwira dalam UN Peace Support Operation.

Pada bulan Maret 2009, Kalakhar BNN melakukan kunjungan kerja ke Pusat Rehabilitasi San Patrigano di Bologna, untuk melihat secara langsung fasilitas dan aktifitas di Pusat Rehabilitasi Korban Narkoba terbesar di dunia tersebut serta saling tukar informasi mengenai penanganan korban narkoba. Kalakhar BNN menyampaikan keiginan Indonesia untuk dapat mengaplikasikan model San Patrignano di tanah air.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menko Kesra RI ke Italia, Juni 2010, Indonesia dan Italia sedang dalam proses pembahasan draft MoU kerjasama teknik di bidang perlindungan sipil untuk penanggulangan bencana alam dan bencana kemanusiaan.

3.     Perdagangan

Hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Italia selama ini telah berkembang walau cenderung belum optimal karena berbagai kendala antara lain meningkatnya diversifikasi pasar dengan tumbuhnya pasar baru di negara-negara bekas Uni Soviet dan mengkristalnya integrasi Eropa dalam wadah Uni Eropa dimana Italia adalah salah satu pilar pendukungnya.

Pada tahun 2007, nilai total perdagangan RI-Italia adalah sebesar US$ 2,04 milyar dengan surplus US$ 712 juta bagi Indonesia. Krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008/2009 telah melemahkan impor dari Italia dan justru menaikkan ekspor Indonesia sehingga sangat menguntungkan bagi Indonesia. Indonesia berhasil mendapatkan surplus sebesar US$ 901 juta dari total perdagangan US$ 2,89 milyar pada tahun 2008, dan US$ 924 juta dari total perdagangan US$ 2,37 milyar pada tahun 2009.

Total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia Januari-Agustus 2010 mencapai US$ 2,13 milyar meningkat 45,77% dibanding periode yang sama tahun 2009 yang hanya mencapai  sebesar US$ 1,46 milyar. Dari angka tersebut Indonesia mendapatkan surplus sebesar US$ 926 juta, naik 74,66% dibanding tahun 2009 dengan surplus US$ 530 juta.

Neraca Perdagangan RI-Italia

TAHUN Jan- Okt Perub%2010-2009
2007 2008 2009 2009 2010
Total perdagangan 2.047.502,6 2.899.974,6 2.377.242,1 1.879.329,7 2.640.745,3 40,52
Migas 169,4 36.741,0 366,3 330,0 582,3 76,48
Non migas 2.047.333,2 2.863.233,6 2.376.875,7 1.878.999,8 2.640.162,9 40,51
Ekspor 1.380.002,1 1.900.691,8 1.651.114,9 1.286.819,6 1.901.041,0 47,73
Migas 0,0 36.433,1 0,5 0,5 0,0 -100,00
Non migas 1.380.002,1 1.864.258,7 1.651.114,4 1.286.819,1 1.901.041,0 47,73
Impor 667.500,6 999.282,8 726.127,1 592.510,1 739.704,2 24,84
Migas 169,4 307,9 365,8 329,5 582,3 76,76
Non migas 667.331,2 998.974,9 725.761,3 592.180,6 739.121,9 24,81
Neraca perdagangan 712.501,5 901.409,0 924.987,8 694.309,5 1.161.336,8 67,26
Migas -169,4 36.125,2 -365,3 -328,9 -582,3 77,04
Non migas 712.670,9 865.283,8 925.353,1 694.638,5 1.161.919,1 67,27

(Nilai : Ribu US$ – Sumber Kemdag)

Produk Indonesia yang selama ini telah memasuki pasar Italia adalah batubara; tekstil dan produk tekstil; footwear; minyak sawit; video recorderfurniture and part; karet alam dan produk karet; timah; kopi; seats; kakao; dan produk kertas.

Batubara dan CPO merupakan produk andalan Indonesia di pasar Italia. Lebih dari sepertiga batu bara impor Italia berasal dari Indonesia. Selain itu, pada semester I  tahun 2010 (Januari-Juni) ekspor CPO Indonesia ke Italia sebesar USD 256,5 juta meningkat 13,2% dibanding periode yang sama pada tahun 2009 (Januari-Juni) sebesar USD 225,7 juta.

Produk impor Indonesia dari Italia antara lain adalah telephone sets, machinery for preparing or making up tobacco, diswashing machines/machinery for cleaning, part and accessories of the motor vehicles, machines and mechanical appliances, leather further prepared after tanning, taps/cocks/valves and similar appliances.

Pada tahun 2008, telah ditandatangani kerjasama di bidang desain kreatif antara BPEN dengan Pemerintah Kota Milan untuk memberikan pelatihan bagi pengusaha kecil Indonesia.

4.     Investasi

Total investasi Italia di Indonesia pada TW I tahun 2010 mencapai US $ 4.050.000 untuk 3 proyek, sementara pada TW I tahun 2009 sebesar US$ 1.4 juta untuk 4 proyek. Kenaikan ini sekaligus menempatkan Italia pada urutan ke-3 di antara negara-negara Eropa penanam modal langsung di Indonesia, setelah Inggris dan Belanda.

Pada periode 1 Januari  2009 – 31 Desember 2009 Italia berada pada urutan ke-5 setelah Belanda, Inggris, Swiss, dan Jerman, dengan nilai investasi sebesar US $ 41.082.000 untuk 11 proyek investasi.

Selama periode 1 Januari 1990-Juni 2009 nilai investasi Italia di Indonesia yang terealisasikan tercatat sebesar US$ 660,9 juta yang terdiri dari 66 proyek. Jumlah ini menempatkan Italia sebagai negara penanam modal ke-6 terbesar di Indonesia.

Khusus pada tahun 2008, nilai investasi Italia di Indonesia sebesar US$ 5,9 juta (meningkat dari US$ 3,4 juta pada tahun 2007). Dengan nilai investasi tersebut,  Italia hanya menempati urutan penanam modal ke-23 di Indonesia.

Peningkatan investasi Italia di Indonesia merupakan cermin dari peningkatan kepercayaan masyarakat Italia terhadap Indonesia, dan juga cermin dari adanya peningkatan hubungan bilateral antara Italia dan Indonesia.

Perusahaan Italia di Indonesia antara lain ENI (minyak dan gas), ENEL (listrik), Saipem (gas), Perfetti (konfeksi), OCRIM (penggilingan tepung), IVECO (truk), Coeclerici (perkapalan), Finmeccanica (industri penerbangan, pertahanan dan keamanan), FIAT (otomotif), Pirelli (ban), Trevi (kapal selam), Fincantieri (perkapalan), Piaggio (motor), Il Ponte di Archimede (listrik), dan Mastrotto (pengelolaan kulit).

Dari segi sektor, lima besar realisasi investasi Italia di Indonesia terletak pada sektor-sektor: [i] hotel dan restoran (US$ 581 juta); [ii] produk kulit dan industri alas kaki (US$ 38.6 juta); [iii] industri makanan (US$ 15.2 juta); [iv] industri kimia dan obat-obatan (US$ 5.5 juta); dan [v] industri kayu (US$ 4.6 juta).

Sedangkan dari segi lokasi, investasi Italia terealisasi di kawasan: [i] Sulawesi Tengah (US$ 57.9 juta); [ii] Jawa Barat (US$ 56.8 juta); [iii] Bali (US$ 8 juta); [iv] Jawa Timur (US$ 6.3 juta); [v] Banten (US$ 4.4 juta).

Data mengindikasikan bahwa komposisi dari total nominal investasi di Indonesia lebih didominasi oleh perusahaan-perusahaan Italia berskala kecil dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang berskala besar.

Dalam mengupayakan peningkatan kerjasama perdagangan, pariwisata dan investasi, KBRI Roma secara berkala memprakarsai promosi terpadu investasi di Roma dan kota-kota pusat bisnis Italia dalam bentuk seminar yang menampilkan Kepala BKPM, wakil KADIN, CSIS serta wakil-wakil dari Pemerintah dan swasta setempat. KBRI juga aktif mengikuti / memfasilitasi partisipasi Indonesia dalam berbagai pameran internasional yang diadakan di Italia, serta kunjungan misi dagang / investasi Italia ke Indonesia. Kegiatan ini telah berhasil mengundang sejumlah interest dari perusahaan Italia untuk berinvestasi dan melakukan kontak dagang lebih lanjut.
5.     Pertanian

Meskipun secara agroklimat Italia dan Indonesia mempunyai perbedaan, tetapi di dalam beberapa sektor, kerjasama masih sangat mungkin untuk dikembangkan – seperti kerjasama yang menyangkut aspek agroindustri, agroteknologi, dan agrobisnis.

Kegiatan aspek agroteknologi dan agroindustri masih terkonsentrasi kepada upaya peningkatan kerjasama penelitian bidang pertanian dan peternakan (kopi, pengembangan ternak kerbau, budidaya jeruk, ternak domba perah). Terkait investasi, pendekatan ke perusahaan penghasil coklat dunia semacam Ferrero dan perusahaan-perusahaan coklat lainnya akan terus dilakukan.

Untuk kerjasama agrobisnis di masa mendatang,  penjualan produk pertanian Indonesia ke Italia masih akan didominasi oleh minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao serta karet dan turunannya. Untuk itu usaha promosi terus digiatkan. Beberapa promosi yang perlu terus diikuti adalah: Eurochocolate (dilaksanakan setiap tahun dan tahun 2009 ini Indonesia telah menjadi negara tamu utama); Espresso Coffee Expo di Trieste yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali di tahun genap, dan International del Caffe di Milan yang dilaksanakan 2 tahun sekali setiap tahun ganjil.

Pada bulan Oktober 2010, KBRI Roma bekerjasama dengan Ditjen P2HP Kementan mengikuti pameran Espresso Expo Trieste dengan mengikut-sertakan 26 perusahaan ekspor kopi Indonesia dari AEKI Jatim dan Lampung, serta perusahaan lain dari Medan, Jabar, dan Bali.

Pada tahun 2008 telah ditandatangani MoU antara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PPPKK) Jember dengan Fakultas Ilmu Dasar, Universitas Trieste untuk kerjasama penelitian tentang DNA kopi Indonesia. Pada bulan Mei 2009, 1 peneliti PPKK mengadakan penelitian Universitas Trieste yang akan dilakukan selama 3 bulan. Sedang dirancang kerjasama lebih lanjut berupa penelitian jangka panjang tentang gen kopi Robusta Indonesia. Selain itu sedang digarap juga kerjasama antara Fakultas Pertanian UGM dengan Fakultas Pertanian Universitas Tuscia Viterbo yang MoU-nya sedang dibicarakan oleh dua belah pihak.

6.     Citra Indonesia

Indonesia dipandang sebagai negara demokrasi yang telah mencapai kemajuan  di bidang HAM,  terutama dalam penanganganan dampak serangan teroris terhadap  menara kembar di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 melalui kerjasama kontra-teror dan interfaith dialogues dalam kerangka   kerjasama  bilateral, regional dan antar-regional.

Liputan media Italia mengenai Indonesia cukup berimbang. Bahan-bahan berita yang dimuat di media cetak atau ditayangkan di media elektronik setempat umumnya dikutip dari berbagai kantor berita, termasuk Ansa (Italia)  Reuter (Inggris)  dan Associated Press (Amerika Serikat). Ulasan-ulasan tambahan dari media setempat juga cukup proporsional, dalam arti  tidak hanya mengulas sisi negatif tetapi juga menjelaskan latar belakang peristiwanya.

Khusus mengenai perkembangan politik, keamanan dan sosial budaya, media Italia semakin menghargai berbagai capaian Indonesia dalam membangun kehidupan demokrasi, pemajuan HAM dan kehidupan umat beragama. Liputan media elektronik, terutama TV Rai sering menayangkan berita-berita mengenai demokrasi di Indonesia, kebijakan Pemerintah Indonesia dalam penanganan terorisme, disamping berita mengenai wisata di Indonesia.

Pemerintah Italia  bekerjasama dengan Comunità di Sant’ Egidio, telah menyelenggarakan konferensi dengan tema: Unity in Diversity: the Indonesian Model” di Roma, Italia pada tanggal 4 Maret 2009. Pertemuan kedua direncanakan diselenggarakan di Indonesia pada akhir tahun 2010 atau awal 2011.

Konferensi bertujuan untuk mengenal lebih dekat Islam moderat di Indonesia, yang selama ini telah mampu mengembangkan sikap inklusif (hidup berdampingan secara damai) di tengah kehidupan umat agama lainnya dengan adat istiadat yang beragam. Indonesia adalah suatu model yang perlu diketahui oleh negara-negara Eropa terutama di Italia sebagai negara yang telah menerima kritikan keras dari Komisi UE terkait dengan penanganan imigran di Italia yang dianggap melanggar HAM.

Konferensi dimaksud merupakan upaya pemerintah Italia untuk mulai mencari pendekatan-pendekatan baru guna mengintegrasikan penduduk imigran yang multi-etnis, agama, bahasa dan kebudayaan ke dalam masyarakat Italia.

7.     Kerjasama Pendidikan

Indonesia dan Italia telah mempunyai Persetujuan Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Persetujuan Kerjasama Kebudayaan, yang keduanya ditandatangani pada 20 Oktober 1997. Kerjasama pendidikan kedua negara terutama dilakukan melalui pemberian beasiswa antar pemerintah. Dalam 3 tahun terahir, Indonesia memberikan rata-rata 6 beasiswa Darmasiswa kepada Italia, yaitu 4 orang (T.A. 2006-2007), 9 orang (T.A. 2007-2008), 6 orang (T.A. 2008-2009), 5 orang (T.A. 2009-2010), dan 9 orang (T.A. 2010-2011). Indonesia, per Agustus 2010, juga tengah memberikan beasiswa Seni dan Budaya – dengan spesialisasi di bidang seni melukis – kepada 3 warga negara Italia.

Sebaliknya, Italia melalui Pusat Kebudayaan Italia di Jakarta  memberikan rata-rata 7 beasiswa per tahun kepada mahasiswa Indonesia untuk kursus bahasa di Italia. Disamping itu, Pemerintah Italia juga memberikan beasiswa program pascasarja dalam berbagai bidang ilmu, seperti sains, teknologi informasi, ekonomi, pertanian dan politik keamanan.

Mahasiswa Indonesia tergabung dalam wadah PPI – Italia yang terdiri dari tiga cabang, yaitu PPI Roma, PPI Siena dan PPI Bolzano. Saat ini tercatat 76 mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai universitas di Italia, dengan rincian, yaitu 11 peserta kursus bahasa, 2 mahasiswa program sarjana (S1), 54 mahasiswa pasca sarjana (S2) dan 10 mahasiswa  doktoral (S3). Peserta kursus bahasa Italia terkonsentrasi di  kota Perugia dan Siena. Mahasiswa pasca sarjana (S2)  tersebar di berbagai kota, antara lain Roma, Milan, Bologna dan Bolzano. Sedangkan mahasiswa S3 tersebar di Roma Tor Vergata (ekonomi), Pisa (sains) dan Trento (komputer).

Kurangnya mahasiswa Indonesia pada program sarjana (S1) umumnya disebabkan kendala bahasa, dimana hampir tidak ada program S1 yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Pelajar Indonesia yang pernah mengikuti kursus bahasa di Italia, pada umumnya meneruskan pendidikannya di Italia pada jenjang pasca sarjana.

ENI Corporate University di Milan memberikan rata-rata 4 beasiswa (S2) dalam bidang industri energi setiap tahun sejak 1965. ENI Corporate University adalah universitas yang didirikan oleh ENI, perusahaan multinasional Italia yang bergerak dalam pengelolaan minyak dan gas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada tahun akademik 2008-2009 Indonesia mengirim 4 mahasiswa, yang semuannya mengambil program Managing Assets in Enegy Industry. Keempat penerima beasiswa tersebut berasal dari Pertamina (1 orang), Ditjen Migas (1 orang), BP Migas (1 orang) dan ENI Jakarta (1 orang).

Sebagai tindak lanjut dari Persetujuan Kerja Sama Kebudayaan, beberapa peneliti Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk ditugaskan pada Institut Penelitian (ICS-UNIDO) di Trieste.

Kerjasama pendidikan juga terjalin antara Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dengan Universitas Napoli L’Orientale (UNO) dimana UIN menawarkan beasiswa kepada mahasiswa UNO untuk belajar model Islam di Indonesia di Makassar selama satu semester atau satu tahun.

Nota Kesepahaman akan segera ditandatangani antara Universiatas La Sapienza Roma dengan STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung perihal kerjasama pertukaran staf pengajar dan mahasiswa antara kedua instansi pendidikan. Selain itu, sedang dijajaki kerjasama dengan Universitas Parthenope di Napoli terutama di bidang ekonomi maritim.

Kerjasama ilmiah dan akademis untuk T.A. 2009-2012 tengah berjalan antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan Università Bicocca Milan (UNIMIB) sejak Maret 2009. Perjanjian kerjasama antar kedua institusi pendidikan tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan staf di bidang Ilmu Sosial/Geografi/ Geologi. Untuk pertukaran mahasiswa, ditargetkan 8 mahasiswa (masing-masing dua pada tingkat S2 dan dua pada tingkat doktoral) mengikuti program pertukaran selama 12 bulan. Sedangkan untuk pertukaran staf, ditargetkan 4 staf (masing-masing satu staf pengajar dan satu staf peneliti) mengikuti program pertukaran selama satu sampai empat bulan.

8.     Kunjungan Wisatawan Italia di Indonesia

Secara umum krisis ekonomi global dan isu keamanan dan bencana alam telah mempengaruhi jumlah wisatawan Italia ke Indonesia. Jumlah wisatawan pada tahun 1997, tercatat 67.802; terus menurun menjadi 56.857 pada tahun 2002, 44.058 pada tahun 2005, dan 39.135 pada tahun 2007. Trend peningkatan jumlah wisatawan Italia mulai tampak pada 2008, yaitu 40.006, dan 2009, yaitu 40.448. Perkembangan ini sedikit banyak menunjukkan perubahan persepsi (peningkatan kepercayaan) masyarakat Italia terhadap kestabilan kondisi di Indonesia secara umum – yang tercermin juga melalui peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

Guna mempertahankan momentum perubahan ini serta meningkatkan jumlah wisatawan Italia ke Indonesia, KBRI Roma terus menyelenggarakan promosi terpadu (Tourism, Trade and Investment Promotion atau TTI) di berbagai kota di Italia – dengan pertimbangan bahwa ketiga aspek tersebut saling terkait dan saling mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan jumlah masyarakat Italia yang melakukan kunjungan ke Indonesia. Kegiatan TTI juga dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan citra Indonesia

Diantara kegiatan TTI yang telah diselenggarakan adalah seminar serta pertemuan dengan para pelaku bisnis Italia dimeriahkan  dengan hidangan dan tarian tradisional Indonesia serta promosi potensi pariwisata di Indonesia. Kegiatan TTI sejak tahun 2009 telah diselenggarakan antara lain di Genoa, Bari, Macerata, Napoli, Turin, Milan, Trieste, serta di kawasan akreditasi KBRI Roma lainnya seperti Valletta (Malta) dan Nicosia (Siprus). Hal tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tapi juga pada peningkatan minat pelaku bisnis Italia untuk berinvestasi di sektor parawisata Indonesia.

Kegiatan TTI lainnya berupa bazaar yang telah diselenggarakan di KBRI Roma, FAO, dan IFAD, serta festival musik tahunan Festa del Popolo di kota Roma yang merupakan pertunjukan budaya antar bangsa.

Indonesia juga berperan serta dalam Festival L’Isola del Cinema, sebuah promosi tahunan selama musim panas di Pulau Tiberina,  di jantung kota Roma. Anjungan Indonesia ini   dimanfaatkan untuk promosi produk kerajinan dan pariwisata Indonesia.

Tentunya, kegiatan promosi pariwisata tidak bisa mengabaikan aspek kuliner terutama di Italia dimana masyarakatnya menaruh perhatian yang tinggi pada tata boga. Dari segi promosi pariwisata kuliner, prestasi Indonesia cukup membanggakan. Sebagai contoh, pada tahun 2008, 2009, dan 2010, masakan Indonesia memenangkan lomba masak internasional Liotorale Flegreo Nel Mondo di Napoli mengalahkan peserta dari berbagai negara.

9.     Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-Indonesia

Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Italia-RI dibentuk pada tanggal 10 Maret 2008 dengan tujuan untuk memfasilitasi kerjasama antara Indonesia dengan Italia di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial budaya dan pariwisata. Saat ini, Asosiasi diketuai oleh Hon. Mr. Aldo Di Biagio, anggota parlemen Italia dari partai Popolo della Liberta (partai pemerintah). Asosiasi ini telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan KBRI sesuai tujuan pembentukannya, yaitu memajukan kerjasama bilateral Indonesia-Italia.

10.   Perlindungan WNI dan Pelayanan Konsuler

Hingga bulan November 2010, jumlah WNI yang tercatat tinggal di Italia adalah sebanyak 1320, Malta sebanyak 30, dan Cyprus sebanyak 74.  Dari jumlah tersebut, sekitar 45% dari WNI yang datang ke Italia adalah karena menikah dengan WN Italia yaitu sejumlah 573 orang. Dari total WNI yang tinggal di Italia, sekitar 461 orang bekerja di sektor informal (domestic workers), dan selebihnya bekerja di sektor formal, pelajar/mahasiswa, pegawai negeri tugas belajar atau bekerja pada organisasi internasional yang ada di Italia.

Banyak ABK asal Indonesia bekerja di kapal asing yang melintasi wilayah Italia atau melayani rute sekitar perairan Italia dan mereka tidak melaporkan diri ke KBRI Roma, kecuali ketika mereka menemui masalah.  Dalam proses rekruitmen tersebut, agensi pengirim Indonesia dan perusahaan penerima (pihak kapal Italia atau asing lainnya) berhubungan langsung (direct recruitment) dan mereka menyepakati kontrak kerja antara ABK dengan majikan.

Dalam memberikan pelayanan konsuler kepada WNI di Italia maupun WN Italia, KBRI mengupayakan pelayanan secepat mungkin antara 4-24 jam tergantung kelengkapan dokumen dan permasalahan yang dihadapi.  Dari awal Januari s.d. Oktober 2010, jumlah pelayanan konsuler yang diberikan KBRI Roma adalah sebagai berikut: untuk pengeluaran/perpanjangan paspor/SPLP sebanyak 298 buah; untuk legalisasi dokumen sebanyak 375 buah; dan untuk pengeluaran visa tercatat 1719 buah, dengan rincian visa dinas/diplomatik 66 buah dan visa sosial budaya/turis/bisnis/transit/berdiam sementara dan multiple sebanyak 1653 buah


Photo Gallery


Ambasciata della Repubblica di Indonesia, Via Campania 53-55, 00187 Roma, Italia
T: +39064200911, F: +39064880280 / +390648904910
© All Rights Reserved