BLOG DARMASISWA

Indonesia in Cerca di Partnership

27 June 2010 Gallery

Espanzione internaziole: L’ambasciatore all’ente camerale, poi tappe in Provincia e all’Orientale.

Napoli. A illustrare le potenzialità offerte dal mercato indonesiano nel settore del commercio e degli investimenti, l’ambasciatore della Repubblica di Indonesia in Italia Mohamad Oemar, mentre ad aprire i lavori il neo presidente della Regione Campania Stefano Caldoro. In programma gli interventi di Gaetano Cola, commissario della Camera di commercio di Napoli, Nello Palumbo, assessore provinciale alle Attività produttive, Paolo Scudieri, vicepresidente Unione Industriali di Napoli, Riccardo De Falco, direttore Eurosportello, Emilio Alfano, presidente Confapi Campania e Giuseppe Testa, console generale onorario di Indonesia a Napoli. Nel pomeriggio invece, il presidente della Provincia Luigi Cesaro riceve a Palazzo Matteotti l’ambasciatore Oemar, accompagnato dal console Testa.

Energetico, agricolo, alberghiero, calzaturiero, alimentare, legno. In questi settori produttivi la Repubblica di Indonesia offre alle aziende campane le maggiori disponibilità di investimento e cooperazione. Se ne discute oggi presso la Camera di commercio di Napoli in un seminario organizzato da Eurosportello (azienda speciale della Cciaa di Napoli per le attività internazionali) e dal console generale onorario di Indonesia a Napoli Giuseppe Testa.

L’Indonesia ha saldi rapporti di amicizia e riconoscenza verso la Provincia di Napoli per lo sforzo di solidarietà compiuto di fronte alla tragica vicenda dello tsunami del 2004. Durante l’incontro si cercherà anche di individuare una Provincia indonesiana, con cui promuovere un accordo di cooperazione con la Provincia di Napoli. L’Indonesia è il più grande arcipelago del mondo, con oltre 16 mila isole divise su 33 province. La giornata napoletana si conclude con una visita al Museo di San Martino.

Domani in mattinata, il Rettore dell’Università Orientale, Lida Viganoni, e le autorità accademiche riceveranno l’ambasciatore Oemar e il console generale Testa a Palazzo Du Mesnil, sede del Rettorato. L’Orientale è infatti l’unico Istituto Universitario in Italia che fin dal 1964, prevede l’insegnamento della lingua indonesiana.

Dopo il pranzo organizzato dal rettore in onore dell’ambasciatore, la delegazione si recherà nella sede universitaria di Palazzo Corigliano dove saranno ad attendere: la docente di Lingua e Letteratura indonesiana, Antonia Soriente e gli studenti del corso. Per l’occasione, l’ambasciatore terrà una lezione sui recenti sviluppi economici e politici dell’Indonesia. Prima del rientro a Roma, il soggiorno napoletano si concluderà con una visita istituzionale al prefetto di Napoli, Alessandro Pansa.

Fonte: Il Denaro – 13 Aprile 2010




2010 Tahun Investasi dan Perdagangan RI-Italia


Napoli. Momentum pemulihan perekonomian global dan perkembangan positif perekonomian Indonesia merupakan kesempatan emas bagi para investor dan pebisnis Italia untuk meraup manfaat dari peluang bisnis yang terbuka lebar.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar seusai berbicara di lokakarya mengenai peningkatan kerjasama pariwisata, perdagangan dan investasi (TTI) antara Indonesia dan Italia di Napoli (13/4/2010).

Lokakarya ini diselenggarakan oleh KBRI Roma bekerjasama dengan Konsul Jenderal Kehormatan RI di Napoli dan Kamar Dagang Napoli, diikuti oleh 119 pengusaha Italia, demikian penuturan Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikfinance.

Di hadapan para pengusaha dari kawasan di sekitar regione Campania, Calabria, dan Basilicata itu Dubes Oemar menyampaikan bahwa fundamen perekonomian Indonesia yang kokoh, didukung iklim investasi dan usaha yang terus membaik, serta stabilitas politik nasional merupakan kesempatan emas bagi dunia usaha kedua negara.

Selain itu, lanjut Oemar, posisi Indonesia akan semakin penting sebagai basis industri maupun pasar menjelang pemberlakuan ASEAN Community pada 2015.

Dalam paparannya, Oemar juga menjabarkan sepuluh produk unggulan Indonesia yang berpotensi masuk ke pasar Italia: kerajinan tangan, ikan dan produk ikan, obat herbal, kulit dan produk kulit, makanan olahan, perhiasan, minyak atsiri, rempah-rempah, dan peralatan kantor non-kertas.

Produk-produk di atas adalah di luar produk ekspor tradisional Indonesia ke Italia yaitu udang, kopi, CPO, kakao, karet dan produk karet, tekstil dan garmen, alas kaki, elektronik, komponen kendaraan serta furnitur.

Dalam kaitan itu, Oemar mengajak para pengusaha untuk mengunjungi Trade Expo Indonesia di Jakarta dan pameran-pameran perdagangan lainnya di Indonesia selama 2010 untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan pengusaha-pengusaha Indonesia.

Ditekankan betapa penting pengusaha Italia untuk memanfaatkan potensi bisnis di sektor industri berbasis teknologi dari Indonesia seperti otomotif, kedirgantaraan, kereta api, dan perkapalan.

“Kerjasama di bidang ini akan menyinergikan potensi kedua negara secara saling melengkapi dan akan menunjang daya saing produk masing-masing,” tandas Oemar.

Data Statistik Italia (2009) menunjukkan bahwa wilayah Campania, Calabria, dan Basilicata mengimpor sekitar USD38 juta, sementara ekspornya ke Indonesia senilai USD17 juta.

Sumber: detik Finance – 16 May 2010


Dubes RI Roma Lobi Pemerintah Italia

Napoli. Momentum pemulihan perekonomian global dan perkembangan positif perekonomian Indonesia, perlu dimanfaatkan oleh para investor dan pebisnis Italia. Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar menuturkan peluang bisnis di Indonesia terbuka lebar bagi Italia. Fundamen perekonomian Indonesia yang kokoh, didukung iklim investasi dan usaha yang terus membaik serta stabilitas politik nasional merupakan kesempatan emas bagi dunia usaha kedua negara. “Indonesia merupakan basis industri maupun pasar yang menarik menjelang berlakunya ASEAN Community pada 2015.” ujarnya dihadapan para pengusaha Italia dari wilayah Campania, Calabria, dan Basilicata dalam lokakarya peningkatan kerjasama pariwisata, perdagangan dan investasi (TTI) antara Indonesia dan Italia di Napoli (Rabu 14/4/10).

Dubes Oemar mengajak para pengusaha Italia untuk memanfaatkan potensi bisnis di sektor industri berbasis teknologi Indonesia seperti otomotif, kedirgantaraan, kereta api, dan perkapalan. “Kita mendorong arah kerjasama di bidang ini yang diharapkan akan mensinergikan potensi kedua negara. Melalui kerjasama tersebut, keduanya akan saling melengkapi dan akan menunjang daya saing produk masing-masing,” imbuh seperti pers release yang dikeluarkan KBRI di ROMA Italia.

Untuk lebih menggali peluang tersebut, Dubes Oemar mengajak para pengusaha mengunjungi pameran produk Indonesia (Trade Expo Indonesia) serta pameran-pameran perdagangan lainnya di Indonesia selama tahun 2010. Diharapkan, kerjasama yang saling menguntungkan dengan pengusaha-pengusaha Indonesia dapat dijalin.

Saat ini terdapat 10 produk unggulan Indonesia yang berpotensi masuk ke pasar Italia (handicrafts, ikan dan produk ikan, obat herbal, kulit dan produk kulit, processed food, perhiasan, essential oils, species, dan stationary non-paper). Selain itu, produk ekspor tradisional Indonesia (yaitu, udang, kopi, CPO, kakao, karet dan produk karet, tekstil dan garmen, alas kaki, elektronik, komponen kendaran serta furniture) juga masih dapat dikembangkan.

Statistik Italia tahun 2009 mencatat bahwa wilayah Campania, Calabria, dan Basilicata mengimpor sekitar USD 38 juta dari Indonesia. Sementara ekspornya ke Indonesia senilai USD 17 juta.

Lokakarya peningkatan kerjasama pariwisata, perdagangan dan investasi tersebut diselenggarakan atas kerjasama KBRI Roma dengan Konsul Jenderal Kehormatan RI di Napoli dan Kamar Dagang Napoli. Kegiatan promosi ini diikuti oleh 119 pengusaha Italia.

Sumber: Warta Indonesia – 17 April 2010


Leave a Reply

Photo Gallery


Ambasciata della Repubblica di Indonesia, Via Campania 53-55, 00187 Roma, Italia
T: +39064200911, F: +39064880280 / +390648904910
© All Rights Reserved