BLOG DARMASISWA

Promosikan Kebudayaan Sunda, STSI Bandung Gaet La Sapienza

6 December 2009 Social Culture

Penandatanganan Minutes of Meeting untuk kerjasama STSI Bandung-Universitas La Sapienza Roma oleh Ketua Delegasi Indonsia, Dwiki Dharmawan, dan ...

Penandatanganan Minutes of Meeting untuk kerjasama STSI Bandung-Universitas La Sapienza Roma oleh Ketua tim Indonesia, Dwiki Dharmawan, dan Prof. Dr. Franco Piperno.

Roma. Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di 2010, mencakup pertukaran mahasiswa, pengajar, promosi seni dan pagelaran budaya secara timbal balik.

Pihak La Sapienza menyanggupi untuk membantu penyelenggaraan Festival Indonesia di Roma dan beberapa kota Italia lainnya, meliputi penampilan kesenian tradisional dan musik kontemporer. Di samping itu juga workshop dan eksibisi kesenian dan kebudayaan Sunda pada Mei 2010.

“Direncanakan pagelaran tersebut akan diikuti sekitar 25 seniman Sunda terkemuka,” demikian siaran pers KBRI Roma melalui Konselor Pensosbud Musurifun Lajawa yang diterima detikcom Sabtu malam atau Minggu (6/12/2009) WIB.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Agreed Minutes mengenai kerjasama pendidikan dan seni budaya, yang diteken dosen luarbiasa STSI Bandung Dwiki Dharmawan dan Dekan Fakultas Sastra dan Filsafat Prof. Dr. Franco Piperno di Roma (3/12/2009).

Saat ini dukungan sudah mengalir dari berbagai pihak. Intercultural Institute for Comparative Music Studies (IICMS), Venezia, melalui direkturnya Prof. Giuriati menyatakan kesediaan IICMS dan Kantor Kebudayaan Venezia untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan Festival Indonesia di Venezia, sebuah kota terapung yang sangat masyhur dengan bangunan-bangunan megah abad pertengahan.

Sementara itu Prof. Bernardi menawarkan untuk memfasilitasi misi kebudayaan STSI Bandung untuk tampil di teater abad ke-13 yang sangat bergengsi di Siena, Tuscany.

“Tempat-tempat pertunjukan bergengsi dan selera tinggi orang-orang Italia dalam bidang musik dan seni merupakan tantangan tersendiri bagi STSI Bandung,” ujar Dwiki Dharmawan.

Karena itu, menurut Dwiki, persiapan untuk pertunjukan di Italia harus matang agar dapat tampil maksimal. “Untuk memberi kesan musik Sunda sebagai musik inovatif dan dinamis, pada festival tahun depan akan ditampilkan kombinasi dengan jazz melalui kolaborasi dengan musisi Italia,” demikian Dwiki, pentolan Krakatau Band.

Secara terpisah, Dwiki Dharmawan dan delegasi beranggota 6 dosen STSI Bandung dalam kunjungan kerja ke Italia itu juga bertemu dengan dua pakar seni dan musik Indonesia, yaitu Prof. Dr. Giovani Giuriati (Universitas La Sapienza) dan Prof. Dr. Vitto di Bernardi (Universitas Siena, Tuscany).

Delegasi STSI Bandung juga berkesempatan memberikan workshop bagi para anggota Gong Wisnu Wara, kelompok gamelan asuhan KBRI Vatikan. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa La Sapienza dan masyarakat Italia peminat gamelan, tampak antusias mengikuti demonstrasi dan pelatihan singkat alat-alat musik Sunda, seperti rebab, kecapi, rampak kendang, dan tari topeng yang dibawakan para maestro dari STSI Bandung.

Universitas La Sapienza adalah salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di Eropa, berdiri sejak 1303. Universitas ini memiliki 21 Fakultas dan sekitar 140 ribu mahasiswa, termasuk Fakultas Sastra dan Filsafat yang menawarkan pengajaran bidang musik etnik (ethnomusicology) dari berbagai negara, termasuk musik etnik Nusantara.

Kunjungan STSI Bandung ke Italia didukung oleh Ditjen Dikti Depdiknas dan KBRI Roma, dalam rangka memperkenalkan serta memperkuat kerjasama kebudayaan Indonesia-Italia dan merupakan bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral dan saling pengertian masyarakat kedua negara.

Sumber: detikNews – 6 Desember 2009  16:03  +7 GMT

———————————————————————————————————————-

STSI Bandung Gandeng La Sapienza


London. Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung mengandeng La Sapienza, Roma untuk mempromosikan kebudayaan Sunda di Italia dengan ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Roma, Italia.

Penandatanganan kerja sama bidang pendidikan dan seni budaya  itu dilakukan pimpinan delegasi STSI Bandung Dwiki Dharmawan, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Minggu (6/12).

Nota kesepahaman mencakup pertukaran mahasiswa, pengajar serta promosi seni dan pagelaran budaya secara timbal balik itu pihak Universitas La Sapienza, Roma, diwakili Dekan Fakultas Sastra dan Filsafat, Prof. Dr. Franco Piperno.

Dalam dokumen tersebut disepakati Universitas La Sapienza membantu penyelenggaraan Festival Indonesia di Roma dan beberapa kota Italia yang akan menampilkan kesenian tradisional dan musik kontemporer.

Selain itu, pagelaran yang akan dilakukan pada Mei 2010 itu rencananya akan diikuti sekitar 25 seniman Sunda juga digelar workshop dan eksibisi kesenian dan kebudayaan Sunda.

Selama kunjungan di Roma, Dwiki Dharmawan, dosen luar STSI Bandung bersama enam tenaga pengajar mengadakan pertemuan dengan dua pakar seni dan musik Indonesia, Prof. Dr. Giovani Giuriati, dari Universitas La Sapienza dan Prof. Dr. Vitto di Bernardi, Universitas Siena, Tuscany.

Prof. Giuriati, yang juga Direktur Intercultural Institute for Comparative Music Studies (IICMS) di Venezia, menyatakan kesediaan IICMS dan Kantor Kebudayaan Venezia bekerja sama menyelenggarakan Festival Indonesia di Venezia, kota terapung dikenal dengan bangunan abad pertengahan.

Sementara itu, Prof. Bernardi menawarkan untuk memfasilitasi misi kebudayaan STSI Bandung untuk tampil di teater abad ke-13 yang sangat bergengsi di Siena, Tuscany. “Tempat-tempat pertunjukan yang bergengsi dan selera tinggi masyarakat Italia dalam bidang musik dan seni merupakan tantangan tersendiri bagi STSI Bandung,” kata Dwiki Dharmawan.

Musisi jazz pimpinan Krakatau Band itu mengatakan agar dapat tampil maksimal dalam pertunjukan di Italia dibutuhkan persiapan yang matang.

Menurut Dwiki, guna memberikan kesan sebagai musik yang inovatif dan dinamis, akan ditampilkan pula musik-musik Sunda yang dikombinasikan dengan irama jazz melalui kolaborasi dengan musisi Italia.

Selama di Italia, delegasi STSI berkesempatan memberikan workshop bagi anggota Gong Wisnu Wara, kelompok gamelan di bawah asuhan KBRI Vatikan.

Para peserta, yang terdiri atas mahasiswa La Sapienza dan masyarakat Italia peminat gamelan itu, dengan antusias mengikuti demonstrasi dan pelatihan alat-alat musik Sunda, seperti rebab, kecapi, rampak kendang, dan tari topeng yang dibawakan maestro dari STSI Bandung.

La Sapienza adalah salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di Eropa yang berdiri sejak tahun 1303. Universitas ini memiliki 21 Fakultas dan sekitar 140 ribu mahasiswa, termasuk Fakultas Sastra dan Filsafat yang menawarkan pengajaran bidang musik etnik (ethnomusicology) dari berbagai negara, termasuk  musik etnik nusantara.

Kunjungan dan kerjasama STSI Bandung ke Italia didukung Ditjen Dikti Depdiknas dan KBRI Roma, dalam rangka memperkenalkan serta memperkuat kerjasama kebudayaan Indonesia-Italia.

Hal itu merupakan bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral dan saling pengertian masyarakat kedua negara, demikian Musurifun Lajawa.

Sumber: Suara Merdeka Cyber News – 6 Desember 2009  10:21  +7 GMT


Leave a Reply

Photo Gallery


Ambasciata della Repubblica di Indonesia, Via Campania 53-55, 00187 Roma, Italia
T: +39064200911, F: +39064880280 / +390648904910
© All Rights Reserved