Roma . Di tengah krisis ekonomi global, pariwisata Indonesia tahun ini tetap mencatat pertumbuhan positif. Ini merupakan indikasi kepercayaan masyarakat dunia terhadap kondisi di Indonesia semakin meningkat.
Demikian Duta Besar RI untuk Italia, Malta dan Siprus, Mohamad Oemar di hadapan pelaku industri perjalanan wisata, pengusaha dan wartawan dalam working lunch seminar di La Valetta, Malta (24/11/2009) dan Nicosia, Siprus (26/11/2009).
Menurut Oemar, secara keseluruhan peningkatan dari tahun ke tahun jumlah wisatawan mancanegara tersebut merupakan hasil dari kebijakan reformasi total yang dilaksanakan pemerintah Indonesia selama sepuluh tahun terakhir dalam rangka menciptakan stabilitas politik dan keamanan serta mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk pariwisata.
Dikatakan bahwa dengan menempatkan pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi sebagai salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia, maka untuk ke depan kondisi di Indonesia akan semakin mendukung pertumbuhan.
“Tidak saja sektor pariwisata, namun juga gairah ekonomi pada sektor-sektor lainnya,” tandas Oemar.
Lebih lanjut, Oemar menjelaskan bahwa kepulauan Indonesia merupakan salah satu tujuan utama kapal pesiar dunia yang antara lain juga melintasi Malta dan Siprus, dua pelabuhan utama persinggahan kapal-kapal pesiar Eropa.
Kegiatan promosi dalam bentuk working lunch seminar ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada para pemangku kepentingan mengenai berbagai potensi kerjasama Indonesia dengan Malta dan Siprus, terutama kalangan industri pariwisata di kedua negara, jelas Counsellor Pensosbud Musurifun Lajawa kepada detikfinance.
Seperti halnya Indonesia, sektor pariwisata di Malta dan Siprus memberikan kontribusi cukup tinggi (30-40%) dalam perolehan devisa. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan alam, tradisi dan budayanya, juga menawarkan peluang kerjasama investasi yang menjanjikan dalam industri pariwisata.
Peluang ini semakin terbuka dengan pencabutan larangan penerbangan Garuda Indonesia dan 3 maskapai nasional lainnya ke wilayah Uni Eropa. Maskapai penerbangan Indonesia secara bertahap akan kembali terbang ke Eropa, dimulai dengan penerbangan Garuda Indonesia ke Amsterdam, 2/6/2010.
Sumber: detikFinance – 29 November 2009












