
Temu muka Dubes Mohamad Oemar dengan wakil-wakil anak dan remaja Indonesia se-Italia.
Roma. Anak-anak sebagai harapan keluarga, masyarakat dan bangsa diharapkan untuk memanfaatkan masa muda semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan dan kebahagian di masa depan. Untuk itu, setiap anak harus mempunyai cita-cita yang diperjuangkan dan diwujudkan melalui proses belajar dan kerja keras secara terus menerus. Hal ini disampaikan Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar saat menerima lebih dari 20 wakil anak-anak dan remaja di Italia dalam acara Tatap Muka Anak-anak dan Remaja dengan Duta Besar RI memperingati Hari Anak Nasional 2010 di Roma Jumat (6/8/10).
Dubes Oemar menekankan, seseorang yang bercita-cita untuk profesi apa pun tidak akan terwujud dengan sendirinya. Keberhasilan dicapai melalui akumulasi pengetahuan dan keterampilan yang dipupuk melalui proses belajar dan kerja keras dalam bentangan waktu panjang. Sebagai contoh, seorang guru profesional tidak hanya menguasai bidang studi yang diajarkan, tetapi juga ilmu dan keterampilan mengajar. Hal yang sama juga untuk siapa saja yang ingin menjadi astronot. Dia harus menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti matematika, fisika dan astronomi serta antariksa yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sejak usia dini.
Dingatkan bahwa orang tua yang pendidikannya hanya sarjana (S1) tetapi berhasil dalam karier tidak dapat dijadikan rujukan utama karena tantangan generasi muda di masa depan akan jauh lebih berat dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi orang tua 15 atau 20 tahun lalu. Karena itu, generasi muda tidak cukup berpengetahuan luas, tetapi juga harus melengkapi diri dengan keterampilan yang handal, serta budi pekerti yang luhur sesuai tuntunan agama.

Wakil-wakil anak dan remaja Indonesia se-Italia bersama Dubes Mohamad Oemar dan DCM Yuwono Putranto serta Ketua DWP KBRI Roma, Dewi Oemar.
Sebagai nilai tambah, anak-anak dan remaja juga dianjurkan untuk belajar berorganisasi di sekolah, seperti menjadi pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) atau kelak di universitas menjadi pengurus, atau jika memungkinkan menjadi Ketua Senat Mahasiswa untuk memperoleh pengalaman organisasi dan membangun jaringan kerja (networking) luas yang kelak akan sangat bermanfaat dalam meniti karier sebagai pemimpin dalam bidag profesi masing-masing di masa depan.
Untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur, DWP KBRI Roma yang mempersiapkan kegiatan HAN tahun ini, juga mengadakan permaianan ular tangga ukuran 6 x 6 meter yang dirancang dengan pesan-pesan moral pada setiap lemparan dadu. Peserta secara bergiliran membacakan lembaran-lembaran pesan budi pekerti atau menjawab pertanyaan pada lembaran-lermbaran tersebut sesuai dengan lemparan dadu masing-masing.

Permainan Ular Tangga inisiatif DWP KBRI Roma.
Tatap muka Anak-anak dan remaja dengan Dubes yang berlangsung dalam bentuk dialog yang dilanjutkan dengan permainan ular tangga yang kaya dengan pesan-pesan budi pekerti telah membuka wawasan anak-anak tentang bagaimana mempersiapkan diri dengan baik dalam menyongsong masa masa depan gemilang.
Sumber: KBRI Roma – 9 Agustus 2010












