Sundanese cultural mission to visit three cities in Italy

Informal gathering over supper: Ambassador Oemar addressing members of the Sundanese cultural mission on the topic of cultural diplomacy as a crucial element to total diplomacy.
Roma. A West Java cultural mission with 27 artists will be conducting a 10-day goodwill art mission to three major cities in Italy, namely Rome, Naples and Venice from May 17 to 26, 2010.
The cultural mission under the leadership of Bandung STSI chairman Enoh M. Hum, will be conducted under cooperation between the Indonesian embassy in Rome, the National Education Ministry, STSI in Bandung, La Sapienza University in Rome, Napoli Orientale University, Napoli dan Fondazione Cini in Venezia, Counsellor for information, social and cultural affairs of the Indonesian embassy in Rome, Musurifun Lajawa told Antara`s London correspondent Saturday.
The goodwill mission themed The Soul of West Java, Indonesian Classical and Contemporary Music and Dance, will present Sundanese art and cultural performances in the form of a combination of traditional dances and music with a touch of contemporary jazz music under collaboration with Indonesian popular musician Dwiki Dharmawan led by Krakatau Band.

STSI Bandung Chairman gives an explaination of the Sundanese cultural mission's aim while in Italy to officials of the Indonesian foreign service as well as other relevant Indonesian government institutions.
In the meantime, Prof. Dr. Jacob Sumardjo, Sundanese cultural expert with the support of a number of Bandung STSI senior lecturers took part in the cultural mission, and will hold a workshop on Sundanese dances and musical instruments for secondary school and university students in each of the cities they visited in Italy.
The cultural mission has been designed to be watched by 2,500 spectators in Italy, with wide coverage of local print, digital and television media.
Besides to deepen understanding on the beauty and variety Indonesian culture, the activity is also expected to raise the number of Italian tourists coming to Indonesia.
Source: ANTARA News – 15 May 2010

Enoh, Chairman of STSI Bandung, and Musurifun Lajawa, Counsellor for Socio-Cultural Affairs and Public Diplomacy (acting as the cultural mission's co-manager), amidst further pre-event planning.

Members of the Sundanese cultural mission with members of the Indonesian Women's Circle (Dharma Wanita Persatuan KBRI Roma) whom provides the much needed logistical support.
.
Agraia Swara IPB Rayakan Kemenangan di Via Campania
Roma. Kampiun Paduan Suara Mahasiswa Agria Swara Institut Pertanian Bogor (IPB) merayakan kemenangan kompetisi paduan suara internasional bergengsi Italia dengan bakso di Via Campania 53, Roma.
Rombongan Agria Swara sebanyak 50 orang, terdiri dari tim paduan suara dan official, disambut Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Mohamad Oemar dan Ny. Dewi Oemar, para staf dan masyarakat Indonesia di Roma.
Hampir satu jam Dubes Oemar dan DCM Yuwono A. Putranto menunggu di halaman, karena bus yang membawa para kampiun mengalami hambatan lalulintas. “Akhirnya rombongan tiba tepat pukul 20.45 waktu setempat,” tutur Counsellor Musurifun Lajawa kepada detikcom, Rabu malam atau Kamis (15/10/2009) pagi waktu Jakarta.
Via Campagnia 53-55 tak lain adalah alamat KBRI dan Wisma Duta Indonesia di Roma, di mana dua gedungnya saling berhadapan. Nyonya rumah Dewi Oemar sudah menyiapkan bakso panas mengepul, kerupuk udang, lengkap dengan saus cabe dan daun seledri. Selain itu juga tersedia nasi, karedok, bakwan jagung, hingga ayam taliwang.
“Tak ada kelezatan mampu menandingi lezatnya kuliner Nusantara ini,” ujar Nyonya Oemar, disambut riuh rendah para anggota Agria Swara. Berhari-hari di negeri orang, tiba-tiba ditraktir bakso dan kerupuk udang, siapa tak girang? Sebagian bahkan merajuk bahwa mereka telah berhari-hari belum makan, karena belum ketemu nasi. Padahal hampir tiap hari mereka ketemu pizza dan spaghetti.
Dubes Oemar dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas prestasi Agria Swara menjuarai The Rimini International Choral Competition di Rimini, Italia, dengan menyisihkan tim-tim dari Amerika Serikat (AS), Ceko, Estonia, Hungaria, Inggris, Italia, Macedonia, Polandia, Rusia, Slovakia, Slovenia, Ukraina, Venezuela.
“Kemenangan ini melengkapi prestasi putera-puteri Indonesia di tingkat internasional lainnya. Ini merupakan bukti nyata bahwa bangsa kita mampu mengungguli bangsa-bangsa lain,” tandas Oemar.
Menurut Oemar, dengan semangat untuk selalu berprestasi, kerja keras dan disiplin pada generasi muda di bidang masing-masing seperti ditunjukkan oleh Agria Swara, Indonesia akan mengalami lompatan kemajuan luarbiasa dalam 20 tahun mendatang.
Sementara itu Pembina Agria Swara Agus Lelana menyampaikan salam dari rektor dan terimakasih mewakili IPB dan mahasiswa atas dukungan penuh Dubes Oemar dan jajarannya, sehingga mereka bisa berkonsenstrasi pada kompetisi dan meraih juara.
“Kami juga tak menduga akan diperhatikan begitu detilnya. Sampai-sampai Pak DCM mengantarkan pizza, bahkan air minum. Bagi kami itu tentu tambahan gizi dan energi,” papar Lelana.
Ditambahkan bahwa Agria Swara IPB bukan sekadar juara, melainkan meraih empat gelar juara sekaligus, yakni gelar prestisius Juara Umum, Konduktor Terbaik, Medali Emas Kategori Campuran, dan Medali Emas Kategori Pria.
“Prestasi ini sejalan dengan ambisi IPB menjadi perguruan tinggi internasional,” demikian Lelana.
Seusai jamuan makan malam, Agria Swara unjuk kebolehan dengan menyanyikan lagu Kerraben Sape (Madura), Nyiur Hijau, Sigulempong (Sumatera Utara), dan Cing Cangkeling (Jawa Barat). Selanjutnya rombongan menuju bandara dan dijadwalkan tiba di tanah air Jumat kemarin.
Sumber: DetikNews – 17 Oktober 2009 13:04 +7 GMT
Paduan Suara Indonesia Raih Tiga Emas di Italia
Roma. Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (PSM-IPB), Agria Swara dan Paduan Suara Mahasiswa Perbanas meraih medali emas pada kompetisi paduan suara internasional yang berlangsung simultan di dua kota Italia, Rimini dan Rival Del Garda, Senin.
Agria Swara, PSM-IPB meraih medali emas dari Presiden Italia setelah merebut juara satu umum dalam grand final Kompetisi Paduan Suara Internasional ke-3 di kota Rimini, kota wisata pantai sekitar 350 km dari Roma.
Counsellor Pensobud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Selasa mengatakan selain itu Agria Swara meraih medali emas kategori campuran (mixed choir),
Dikatakannya paduan suara Agria Swara juga meraih juara dua kategori pria (male choir) setelah menyisihkan 17 kontingen Paduan Suara dari 13 negara, diantaranya, Inggris, Rusia, Italia, Polandia, Ukraina dan Venezuela.
Keberhasilan Agria Swara, yang terdiri atas 46 penyanyi dengan konduktor Arvin Zeinullah, yang membina Agria Swara beberapa tahun terakhir juga berhasil meraih predikat “the best conductor”.
Dengan kesuksesannya yang fenomenal ini, Agria Swara menjadi bintang utama pada malam penutupan acara, ujarnya.
Lagu Indonesia Raya dan Nyiur Melambai dikumundangkannya di Il Tetrro Novielli, yang dipadati sekitar 400 penonton.
Menurut Musurifun Lajawa, ada hal yang menarik dengan tampilnya kontingen Indonesia bersama Polandia pada sesi foto bersama yang membawa bendera kedua negara. Indonesia dengan bendera merah putih, sedangkan Polandia membawa bendera putih merah.
PSM Perbanas
Sementara itu, Paduan Suara Mahasiswa Perbanas (PSM Perbanas), Jakarta, merebut golden diploma, sebagai juara satu pada kategori lagu-lagu etnis (musica traditionale) dan musik agama (musica religiosa).
Dalam kompetisi Paduan Suara Internasional ke-8, di Riva Del Garda, PSM Perbanas menyisihkan 18 negara peserta, diantaranya, Austria, Jerman, Inggris, Iran, Italia, Arab Saudi, Spanyol dan Swiss.
Seperti halnya konduktor Agria Swara IPB, dirijen PSM Perbanas Agustinus Bambang Jusana, juga berhasil melengkapi keunggulan kontingen Perbanas di Riva Del Garda, 800 km dari Roma, dengan meraih gelar “the best konductor”.
Keberhasilan PSM Perbanas sebagai juara satu pada kategori lagu-lagu gereja sempat mengundang kekaguman bukan saja dari penonton tetapi juga kontingen paduan suara negara-negara Eropa, yang mayoritas penganut Kristen.
Tim Perbanas terdiri atas 42 orang dan hampir semuannya beragama Islam.
Kontingen Perbanas yang berpakaian tradisional Papua dengan lagu unggulan Yamko Rambe berhasil membuat suasana kompetisi ramai.
Sedikitya 700 penonton yang memadati Gereja Santa Maria Assunta, memberikan standing ovation meriah hingga semua anggota kontingen Indonesia duduk kembali.
Dewan juri bahkan meminta PSM Perbanas untuk tampil menghibur penonton dengan pakaian dan lagu yang sama pada malam acara penutupan.
Dalam kesempatan itu Dr. Paola Toddei, mewakili Wali Kota Rimini, dalam sambutan menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada korban gempa di Sumatra Barat kepada Wakil Kepala Perwakilan RI Roma, Yuwono A. Putranto.
Sumber: ANTARA News – 14 Oktober 2009












